Pemerintah Gelontorkan Rp 150 Miliar Poles Keraton Solo

Pemolesan Keraton Kasunanan Surakarta itu ditegaskan Menteri Kebudayaan Fadli Zon usai meresmikan pencanangan atau tanda dimulainya tahap lanjutan revitalisasi fisik di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Rabu (23/9).

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Pemerintah Gelontorkan Rp 150 Miliar Poles Keraton Solo
Menteri Kebudayaan Fadli Zon usai meresmikan pencanangan atau tanda dimulainya tahap lanjutan revitalisasi fisik di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Rabu (23/9). (merdeka.com/arie sunaryo).

Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan menggelontorkan anggaran fantastis Rp 150 miliar untuk revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Pemolesan Keraton Kasunanan Surakarta itu ditegaskan Menteri Kebudayaan Fadli Zon usai meresmikan pencanangan atau tanda dimulainya tahap lanjutan revitalisasi fisik di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Rabu (23/9).

"Ya, akhir tahun ini biasanya juga ada penambahan waktu biasanya. Nilainya Rp 150 miliar," kata Fadli Zon.

Fadli Zon mengatakan, anggaran ratusan miliar itu akan digunakan untuk memugar 13 titik aset bangunan cagar budaya di dalam kompleks keraton yang kondisinya memprihatinkan. Yakni meliputi, Pagelaran, Siti Hinggil, Museum Keraton, Kasentanan, Panti Bidono, Keraton Kilen, Keputren, Ndalem Ageng, Kawasan Kamandungan, Bangsal Pradonggo, Sasana Handrawina, Panggung Songgo Buwono, dan Sinorenggo.

'Revitalisasi ini bukan sekadar perbaikan, tapi upaya mengembalikan kawasan keraton agar mendekati bentuk aslinya. Kita menargetkan seluruh pengerjaan 13 titik tersebut rampung akhir tahun 2026," ujar dia.

 

Menteri Kebudayaan Fadli Zon usai meresmikan pencanangan atau tanda dimulainya tahap lanjutan revitalisasi fisik di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Rabu (23/9). (merdeka.com/arie sunaryo).
Menteri Kebudayaan Fadli Zon usai meresmikan pencanangan atau tanda dimulainya tahap lanjutan revitalisasi fisik di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Rabu (23/9). (merdeka.com/arie sunaryo).

Fadli mengatakan, revitalisasi tersebut menjadi bagian dari program pemerintah untuk memperbaiki keraton, istana, museum, dan berbagai aset kebudayaan lainnya.

"Ini juga merupakan perintah dari Bapak Presiden untuk melakukan revitalisasi keraton, istana-istana, museum-museum, dan berbagai aset budaya lain," kata dia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon usai meresmikan pencanangan atau tanda dimulainya tahap lanjutan revitalisasi fisik di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Rabu (23/9). (merdeka.com/arie sunaryo).
Menteri Kebudayaan Fadli Zon usai meresmikan pencanangan atau tanda dimulainya tahap lanjutan revitalisasi fisik di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Rabu (23/9). (merdeka.com/arie sunaryo).

 

Dalam kegiatan itu, Fadli Zon didampingi sejumlah petinggi keraton. Selain Paku Buwono (PB) XIV Hangabehi, turut hadir KGPA Panembahan Agung Tedjowulan, Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) GKR Koes Moertiyah Wandansari alias Gusti Moeng Wali Kota Solo Respati Ardi dan lainnya.

Selain peletakkan batu pertama revitalisasi Keraton Surakarta, Fadli Zon sekaligus juga menggunting pita peresmian Kantoran Dalem. Tempat bersejarah itu akan di gunakan LDA bersama KGPH PA Tejdowulan sesuai dengan SK Menteri.

Untuk diketahui, Kantoran Dalem bukan bangunan sembarang. Kantor milik Keraton ini dibangun sejak era Paku Buwono IV dan terakhir digunakan pada era Paku Buwono XI. Kini, bangunan bersejarah itu telah selesai direvitalisasi dan kembali berdiri kokoh.

Peletakan batu pertama menjadi simbol dimulainya era baru pelestarian Keraton. Langkah ini untuk membawa warisan budaya Keraton agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini dan masa depan.

Rekomendasi