Bulog Papua Optimistis Salurkan 20.567 Ton Beras SPHP Per Januari 2026, Jaga Stabilitas Harga Pangan

Perum Bulog Kantor Wilayah Papua dan Papua Barat telah menyalurkan sekitar 20.567 ton beras SPHP hingga Januari 2026, menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bulog Papua Optimistis Salurkan 20.567 Ton Beras SPHP Per Januari 2026, Jaga Stabilitas Harga Pangan
Perum Bulog Kantor Wilayah Papua dan Papua Barat telah menyalurkan 20.567 ton Beras SPHP per Januari 2026, menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga stabilitas harga pangan di wilayah tersebut dan optimis penuhi target tahunan. (AntaraNews)

Perum Bulog Kantor Wilayah Papua dan Papua Barat menunjukkan kinerja positif dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan di wilayahnya. Hingga Januari 2026, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Papua dan Papua Barat telah mencapai angka signifikan, yakni sekitar 20.567 ton. Capaian ini menjadi indikator optimisme Bulog dalam memenuhi target realisasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Pimpinan Bulog Papua dan Papua Barat, Ahmad Mustari, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Program SPHP merupakan inisiatif krusial pemerintah untuk meredam gejolak harga komoditas pangan. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mempertahankan daya beli masyarakat, khususnya di dua provinsi paling timur Indonesia tersebut.

Meskipun menghadapi berbagai kendala geografis dan logistik, Bulog Papua dan Papua Barat tetap berupaya maksimal. Distribusi beras SPHP dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk pasar tradisional dan mitra penjualan, guna memastikan beras terjangkau dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Penyaluran beras SPHP oleh Bulog Papua dan Papua Barat telah mencapai 20.567 ton per Januari 2026, sebuah angka yang menunjukkan progres signifikan dalam menjaga ketersediaan pangan. Angka ini menjadi dasar optimisme Bulog untuk dapat memenuhi target yang lebih besar di tahun ini. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan ketahanan pangan nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menetapkan target penyaluran beras SPHP yang ambisius untuk Bulog Papua dan Papua Barat pada tahun 2026. Target tersebut mencapai 87 ribu ton, meningkat drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran 20 ribu ton. Peningkatan target ini mencerminkan kebutuhan yang terus bertumbuh serta kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas Bulog di wilayah tersebut.

Ahmad Mustari menyatakan, "Target tersebut dinilai cukup besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yakni 20 ribu ton, tetapi 2026 target 87 ribu ton.” Peningkatan target ini menuntut strategi distribusi yang lebih efektif dan efisien. Bulog bertekad untuk mencapai target ini demi kepentingan masyarakat luas.

Wilayah Papua dan Papua Barat memiliki karakteristik geografis yang unik, menimbulkan tantangan tersendiri dalam proses pendistribusian logistik. Salah satu kendala utama adalah ketergantungan pada transportasi udara untuk menjangkau beberapa daerah, yang tentu membutuhkan waktu dan biaya lebih. "Wilayah Papua memang memiliki banyak kendala, terutama terkait pendistribusian via udara yang membutuhkan waktu,” jelas Mustari.

Untuk mengatasi tantangan tersebut dan mengejar realisasi target penyaluran beras SPHP, Bulog Papua dan Papua Barat telah menjalin kerja sama erat. Mereka bermitra dengan ribuan toko yang tersebar di enam provinsi di Tanah Papua. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan distribusi dan memastikan beras SPHP sampai ke tangan masyarakat secara merata.

Selain itu, koordinasi intensif juga terus dilakukan dengan instansi terkait di tingkat daerah maupun pusat. "Ini juga bagian dari upaya menyalurkan bantuan program nasional,” tambah Mustari. Sinergi ini diharapkan dapat memperlancar seluruh proses distribusi, dari gudang Bulog hingga ke konsumen akhir, memastikan harga beras tetap stabil dan terjangkau.

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) memiliki peran vital dalam menekan gejolak harga pangan di pasar. Dengan adanya intervensi Bulog melalui penyaluran beras SPHP, harga beras di tingkat konsumen dapat dijaga agar tetap stabil. Hal ini sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.

Selain menstabilkan harga, program SPHP juga secara langsung berkontribusi pada peningkatan daya beli masyarakat. Ketersediaan beras dengan harga terjangkau memastikan bahwa masyarakat tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak alokasi dana untuk kebutuhan pangan. Ini memungkinkan mereka untuk mengalokasikan dana tersebut untuk kebutuhan lain yang juga penting.

Penyaluran beras SPHP dilakukan melalui berbagai saluran distribusi, termasuk pasar tradisional dan mitra penjualan. "Penyaluran beras SPHP dilakukan melalui berbagai saluran distribusi, termasuk pasar tradisional dan mitra penjualan, agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau," ujar Mustari. Strategi ini memastikan akses yang mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan beras SPHP, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi