Wakil Kepala BGN Beberkan Dampak MBG Selama Satu Tahun: Bawa Perubahan Gizi Hingga Ekonomi Rakyat

Menjelang tahun 2026, BGN bertekad untuk terus menyediakan layanan pemenuhan gizi yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Rio Ferdinand Muhammad Eka Putra
Wakil Kepala BGN Beberkan Dampak MBG Selama Satu Tahun: Bawa Perubahan Gizi Hingga Ekonomi Rakyat
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (tengah) saat berada di SMKN 1 Jakarta sekaligus menandai operasional perdana Program MBG di tahun 2026. (Foto: Liputan6.com/Rio Ferdinan (© 2026 Liputan6.com)

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang membagikan informasi mengenai perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama satu tahun. Dia menyatakan bahwa banyak pihak yang merasakan manfaat dari program tersebut.

"Program ini tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh anak-anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat," ujarnya saat berkunjung ke SMKN 1 Jakarta, yang juga menandai peluncuran perdana Program MBG di tahun 2026.

Menjelang tahun 2026, BGN bertekad untuk terus menyediakan layanan pemenuhan gizi yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

"Program MBG tumbuh bersama masyarakat. Mulai dari pedagang pasar, petani, pelaku UMKM, koperasi, BUMDes, ibu rumah tangga, hingga para pekerja dapur MBG yang bergotong royong menyiapkan makanan bergizi terbaik untuk anak-anak Indonesia," jelas Nanik.

Dia juga menambahkan bahwa kehadiran MBG selama setahun ini telah menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Tercatat, sebanyak 789.318 orang telah bekerja di SPPG, khususnya untuk mendukung operasional dapur MBG," ungkapnya.

"Sebanyak 46.955 supplier yang terdiri dari UMKM, koperasi, BUMDes, BUMDesma, Kopdes Merah Putih, dan mitra lainnya turut terlibat aktif dalam rantai pasok program," tambah Nanik.

Wakil Kepala BGN Ungkap Dampak MBG Selama Setahun: Bawa Perubahan Gizi sampai Ekonomi Rakyat
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (tengah) saat berada di SMKN 1 Jakarta sekaligus menandai operasional perdana Program MBG di tahun 2026. (Foto: Liputan6.com/Rio Ferdinan © 2026 Liputan6.com

Walaupun BGN mencatat hasil yang positif, mereka tetap menyadari adanya berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG). Oleh karena itu, evaluasi serta perbaikan yang berkelanjutan terus dilakukan untuk memastikan program ini berjalan efektif.

Upaya tersebut didukung dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 yang mengatur tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Regulasi ini berfungsi sebagai dasar untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas gizi, menjamin keamanan pangan, serta melakukan pengawasan terhadap dapur MBG dengan semangat zero-defect.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan, kritik, dan saran dari masyarakat. Seluruh masukan tersebut menjadi pemacu semangat kami untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan Program MBG demi mewujudkan masa depan emas anak-anak Indonesia,” ujar dia. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, BGN optimis bahwa program ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan dan gizi anak-anak di seluruh Indonesia.

Rekomendasi