Perkuat Cadangan Beras Nasional, Bulog Gandeng Karang Taruna Kawal Penyerapan Gabah Petani

Perum Bulog berencana menggandeng Karang Taruna dalam program Tim Jemput Gabah untuk optimalkan penyerapan gabah petani, perkuat cadangan beras, dan buka lapangan kerja di desa. Simak strateginya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Perkuat Cadangan Beras Nasional, Bulog Gandeng Karang Taruna Kawal Penyerapan Gabah Petani
Perum Bulog berencana menggandeng Karang Taruna dalam program Tim Jemput Gabah untuk optimalkan penyerapan gabah petani, perkuat cadangan beras, dan buka lapangan kerja di desa. Simak strateginya! (AntaraNews)

Perum Bulog akan melibatkan Karang Taruna dalam Tim Jemput Gabah untuk memperkuat penyerapan gabah petani di berbagai wilayah. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengumumkan rencana kolaborasi ini dalam jumpa pers di Jakarta pada Jumat, 3 Januari 2025.

Kolaborasi ini bertujuan memperluas tim lapangan yang telah ada, menggabungkan penyuluh pertanian lapangan (PPL), Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Pelibatan pemuda desa diharapkan dapat membuat pengawalan panen lebih cepat dan optimal.

Skema kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat stok cadangan beras pemerintah (CBP) dan menjaga stabilitas pasokan beras nasional. Langkah ini juga diharapkan membuka lapangan pekerjaan musiman di desa serta menekan laju urbanisasi pemuda ke kota.

Strategi Bulog Perkuat Tim Jemput Gabah

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan Tim Jemput Gabah yang akan diperkuat. Tim ini akan melibatkan anggota Karang Taruna di desa-desa untuk mendukung proses penyerapan gabah.

Sebelumnya, tim ini sudah terdiri dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Penambahan Karang Taruna diharapkan membuat pengawalan panen gabah lebih cepat dan optimal di lapangan.

Rizal menyatakan bahwa pelibatan pemuda desa ini akan memberdayakan mereka secara ekonomi. Hal ini dapat membuka lapangan pekerjaan musiman saat panen dan memberikan penghasilan tambahan di desa.

Tujuan lainnya adalah menekan laju urbanisasi pemuda ke kota besar. Dengan adanya aktivitas ekonomi pertanian yang produktif, pemuda desa dapat tetap berkarya di daerah asalnya.

Manfaat Kolaborasi untuk Kualitas dan Ketahanan Pangan

Tim Penjemput Gabah yang diperkuat pemuda desa dinilai lebih mengenal petani setempat, sehingga mempercepat koordinasi lapangan. Ini juga meningkatkan kepercayaan dalam proses penyerapan hasil panen padi berkualitas.

Penyerapan gabah akan dilakukan sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan, yaitu sesuai usia panen. Sinergi PPL, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Karang Taruna diarahkan untuk mengawal kualitas gabah dan mencegah panen dini.

Panen dini berisiko menurunkan mutu beras nasional; oleh karena itu, gabah yang dipanen sesuai usia akan memiliki daya simpan tinggi sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Ini krusial untuk menjaga stabilitas pasokan beras nasional berkelanjutan.

Langkah kolaboratif ini juga ditujukan untuk melindungi petani dari praktik tengkulak yang merugikan. Dengan demikian, Bulog berupaya memastikan kesejahteraan petani dan pasokan beras yang stabil.

Dukungan DPR dan Harapan Masa Depan

Rencana pelibatan Karang Taruna ini mendapat dukungan dari Anggota Komisi IV DPR, Saadiah Uluputty. Ia sebelumnya telah mendorong Perum Bulog untuk menggandeng organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna.

Menurut Saadiah, keterlibatan Karang Taruna akan memberikan manfaat ganda bagi masyarakat dan ketahanan pangan nasional. Pemuda dianggap lebih dekat dan diterima oleh masyarakat, sehingga proses penyerapan dapat berjalan kondusif.

Pelibatan ini sekaligus menjadi sarana untuk melatih dan mendidik pemuda agar menjadi generasi penerus yang memahami pentingnya ketahanan pangan nasional. Rincian skema kerja sama dengan Karang Taruna ini masih akan dimatangkan.

Bulog akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk finalisasi skema ini. Tujuannya adalah memastikan implementasi program berjalan efektif dan efisien demi tercapainya tujuan ketahanan pangan nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi