Trik merawat daun bawang bisa dimulai bahkan sesaat setelah proses panen dilakukan. Caranya adalah dengan menyisakan bagian pangkal yang masih memiliki akar, sehingga tunas baru bisa muncul. Bagian akar dan pangkal batang memang masih bisa digunakan untuk menumbuhkan daun baru, selama bentuknya masih terlihat segar.
Daun bawang juga bisa ditumbuhkan kembali menggunakan wadah sederhana, seperti gelas atau botol bekas. Pilih pangkal yang masih memiliki akar, kemudian tempatkan pada air atau media tanah. Perawatan berikutnya perlu memperhatikan air, cahaya, kebersihan, dan cara memanen agar tanaman tetap memiliki bagian untuk tumbuh kembali.
Jika ingin mencoba secara maksimal di rumah, berikut Merdeka.com hadirkan 8 langkahnya yang bisa diikuti dengan mudah, Rabu (9/9)
Advertisement
1. Sisakan Pangkal Batang Saat Memanen
Langkah pertama dalam trik merawat daun bawang adalah tidak memotong seluruh bagian tanaman sampai ke akar. Sisakan pangkal batang sekitar 3–5 sentimeter beserta akar yang menempel. Bagian tersebut menjadi tempat munculnya tunas baru setelah daun dipanen.
Saat memotong, gunakan pisau atau gunting yang bersih agar bagian pangkal tidak terkena kotoran. Potongan yang rapi juga memudahkan tanaman melanjutkan pertumbuhan dari bagian yang masih tersisa.
Jangan mencabut akar jika tujuan utama adalah menumbuhkan daun bawang kembali. Setelah bagian atas digunakan untuk memasak, segera tempatkan pangkal berakar pada air atau media tanam agar tidak terlalu lama kehilangan air.
Advertisement
2. Pilih Pangkal yang Masih Memiliki Akar
Tidak semua sisa daun bawang memiliki kondisi yang sama. Pilih pangkal yang akarnya masih menempel dan tidak berlendir. Akar yang masih ada memberi peluang lebih besar untuk menghasilkan tunas baru setelah ditanam kembali.
Sebelum ditanam, bersihkan sisa tanah atau kotoran yang menempel pada akar menggunakan air bersih. Jika ada bagian yang rusak, potong bagian tersebut tanpa menghilangkan seluruh akar.
Pangkal yang sudah berubah warna atau berbau sebaiknya tidak digunakan. Pemeriksaan sederhana ini membantu mengurangi kemungkinan bagian yang rusak ikut memengaruhi pangkal lain yang masih bisa tumbuh.
Advertisement
3. Gunakan Air untuk Memulai Pertumbuhan
Cara sederhana berikutnya adalah menempatkan pangkal daun bawang dalam gelas berisi air. Air cukup diberikan sampai bagian akar terendam, sedangkan pangkal batang tidak perlu seluruhnya berada di dalam air. Cara ini banyak digunakan untuk menumbuhkan kembali sisa daun bawang di rumah.
Letakkan wadah di tempat yang memperoleh cahaya dari luar. Periksa air secara berkala dan ganti apabila sudah terlihat kotor. Jangan membiarkan air terlalu lama tanpa pemeriksaan karena kondisi tersebut bisa memengaruhi akar.
Setelah tunas baru terlihat, tanaman bisa tetap dibiarkan dalam air untuk sementara atau dipindahkan ke media tanah. Pemindahan bisa dilakukan ketika akar sudah cukup kuat untuk menopang tanaman.
Advertisement
4. Jaga Media Tanam Tetap Lembap
Jika pangkal daun bawang dipindahkan ke pot atau polybag, gunakan media yang bisa menahan air tanpa membuat bagian akar terus terendam. Wadah juga perlu memiliki lubang di bagian bawah agar kelebihan air bisa keluar.
Penyiraman dilakukan ketika permukaan media mulai mengering. Tidak perlu menyiram berulang kali dalam sehari karena kondisi terlalu basah bisa membuat akar mengalami pembusukan. Pemeriksaan dengan menyentuh permukaan tanah bisa menjadi cara sederhana untuk menentukan waktu penyiraman.
Kebiasaan memeriksa media sebelum menyiram juga membantu mencegah tanaman kekurangan atau kelebihan air. Pola ini bisa diterapkan tanpa alat khusus sehingga sesuai untuk perawatan daun bawang di rumah.
Advertisement
5. Berikan Cahaya Matahari Secukupnya
Daun bawang membutuhkan cahaya matahari untuk melanjutkan pertumbuhan setelah dipanen. Karena itu, letakkan tanaman di area yang mendapat cahaya tersebut, misalnya dekat jendela, teras, atau tempat lain yang memiliki pencahayaan dari luar.
Jika ditanam dalam wadah, tanaman bisa dipindahkan mengikuti kondisi tempat. Hindari membiarkannya terus berada di lokasi yang gelap karena pertumbuhan daun baru bisa terganggu.
Perhatikan juga kondisi tanaman setelah ditempatkan di luar ruangan. Jika media cepat kering, pemeriksaan air perlu dilakukan lebih sering. Penempatan tanaman sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lingkungan rumah.
Advertisement
6. Buang Daun yang Mulai Rusak
Daun yang mulai menguning, mengering, atau membusuk bisa dipotong menggunakan alat yang bersih. Langkah ini membuat bagian yang masih tumbuh tidak bercampur dengan daun yang sudah rusak.
Pemeriksaan dapat dilakukan setiap beberapa hari. Tidak perlu mencabut seluruh tanaman hanya karena terdapat satu atau dua daun yang berubah kondisi. Potong bagian yang bermasalah dan biarkan pangkal tetap berada di media.
Perawatan seperti ini juga membantu pemilik tanaman mengetahui perubahan yang terjadi lebih awal. Jika pangkal mulai lembek atau berbau, periksa kondisi akar dan kurangi bagian yang sudah rusak sebelum melanjutkan penanaman.
Advertisement
7. Jangan Mencabut Akar saat Panen
Agar bisa dipanen kembali, daun bawang sebaiknya dipotong pada bagian daun yang diperlukan. Hindari mencabut seluruh tanaman karena akar dan pangkal batang dibutuhkan untuk menghasilkan pertumbuhan berikutnya.
Gunakan gunting bersih dan ambil daun sesuai kebutuhan memasak. Sisakan bagian pangkal agar tunas baru masih memiliki tempat untuk tumbuh.
Setelah panen, lanjutkan penyiraman dan pemeriksaan seperti sebelumnya. Pertumbuhan berikutnya tidak selalu berlangsung dalam waktu yang sama karena kondisi cahaya, air, media, dan tanaman bisa berbeda di setiap rumah.
Advertisement
8. Pindahkan ke Tanah Jika Ingin Dipanen Berulang
Menanam pangkal daun bawang di air bisa menjadi langkah awal yang mudah. Namun, jika ingin melanjutkan pertumbuhan dalam jangka lebih panjang, pangkal yang sudah menghasilkan akar dan tunas bisa dipindahkan ke pot atau polybag.
Buat lubang tanam secukupnya, masukkan bagian akar, lalu tutup dengan media tanpa menimbun seluruh pangkal. Setelah itu, siram secukupnya dan tempatkan tanaman di area yang memperoleh cahaya.
Dengan cara ini, trik merawat daun bawang tidak berhenti setelah tunas pertama muncul. Tanaman bisa terus diperiksa, dipotong sesuai kebutuhan, dan dirawat kembali selama pangkal serta akarnya masih mampu menghasilkan pertumbuhan.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Trik Merawat Daun Bawang Supaya Bisa Tumbuh Lagi
1. Apakah daun bawang bisa tumbuh lagi setelah dipanen?
Bisa. Pangkal yang masih memiliki akar dapat menghasilkan tunas baru jika tidak dicabut dan mendapat air serta cahaya yang cukup.
2. Berapa sentimeter batang daun bawang yang harus disisakan?
Sekitar 3–5 sentimeter bagian pangkal bersama akar bisa disisakan untuk ditanam kembali.
3. Apakah daun bawang bisa ditanam kembali di air?
Bisa. Pangkal berakar dapat ditempatkan dalam wadah berisi air dengan bagian akar terendam, kemudian air diperiksa dan diganti secara berkala.
4. Mengapa daun bawang yang ditanam kembali bisa layu?
Layu bisa berkaitan dengan kondisi akar, ketersediaan air, cahaya, atau bagian tanaman yang sudah mengalami kerusakan. Periksa akar dan kondisi media secara berkala.
5. Kapan daun bawang hasil tumbuh kembali bisa dipanen?
Waktunya berbeda sesuai kondisi tanaman. Setelah daun baru tumbuh dan cukup untuk digunakan, potong bagian atas tanpa mencabut pangkal dan akar. Liputan6.com mencatat daun bawang hasil regrow umumnya mulai bisa dipanen sekitar satu hingga dua minggu setelah tunas muncul.