Hujan sering membuat taman kering berubah menjadi area yang dipenuhi genangan. Kondisi ini bisa mengganggu akses ke taman dan membuat tanah menempel pada alas kaki. Ujung-ujungnya, area yang seharusnya tidak tergenang justru menjadi becek dan berlumpur.
Meski memiliki nama taman kering, buka berarti area tersebut sepenuhnya bebas dari air. Konsep ini sebenarnya lebih mengutamakan permukaan yang tidak mudah menahan air, melalui penggunaan dan penataan material yang membantu air bergerak.
Jika saat ini Anda sudah memiliki taman kering namun selalu tergenang saat musim hujan, kiranya 7 tips berikut bisa dicoba diaplikasikan. Masi simak informasi selengkapnya, dihadirkan Merdeka.com, Selasa (8/8).
Advertisement
1. Tentukan Bagian Taman yang Sering Menampung Air
Langkah pertama adalah mengamati bagian halaman yang paling sering menjadi tempat berkumpulnya air setelah hujan. Perhatikan titik yang masih tergenang beberapa waktu setelah hujan berhenti karena area tersebut perlu mendapat perhatian sebelum taman ditata.
Jika genangan hanya muncul pada bagian tertentu, penataan tidak harus dilakukan pada seluruh taman. Anda bisa memusatkan perubahan pada area tersebut dengan mengurangi tanah terbuka dan menambahkan material yang membantu air bergerak menuju bagian lain.
Perhatikan juga jalur yang sering digunakan untuk berjalan. Area pijakan sebaiknya tidak berada tepat di bagian yang menampung air. Dengan menentukan titik tersebut sejak awal, penataan taman bisa dilakukan sesuai kebutuhan dan tidak sekadar menambah tanaman.
Advertisement
2. Buat Permukaan Taman yang Membantu Air Mengalir
Permukaan taman perlu dibuat dengan arah yang membantu air bergerak dan tidak berhenti di satu tempat. Jika halaman memungkinkan, bagian yang lebih rendah bisa diarahkan menuju area yang memang digunakan untuk menampung atau mengalirkan air.
Tanah pada area taman juga perlu diratakan dengan mempertimbangkan jalur air. Hindari membuat bagian tengah taman menjadi titik paling rendah jika area tersebut tidak memiliki saluran untuk mengalirkan air.
Setelah arah aliran ditentukan, permukaan bisa ditutup dengan material seperti kerikil atau batu. Material tersebut membantu mengurangi tanah terbuka sehingga air hujan tidak langsung membuat permukaan menjadi lumpur.
Advertisement
3. Gunakan Kerikil dan Batu sebagai Penutup Tanah
Kerikil bisa digunakan untuk menutup bagian tanah yang sering terkena hujan. Material ini membuat permukaan taman tidak didominasi tanah terbuka sehingga kaki tidak langsung menginjak tanah ketika berjalan di area tersebut.
Batu juga bisa digunakan untuk membuat jalur pijakan. Susun batu dengan jarak yang sesuai dengan langkah kaki sehingga penghuni rumah bisa melewati taman tanpa harus menginjak bagian tanah yang basah.
Sebelum kerikil atau batu ditempatkan, bersihkan rumput dan sisa tanaman pada area yang akan ditutup. Ratakan permukaan kemudian tempatkan material secara merata agar tidak mudah bergeser ketika terkena aliran air.
Advertisement
4. Tambahkan Jalur Pijakan di Area yang Sering Dilalui
Jalur pijakan membantu memisahkan area berjalan dari tanah dan tanaman. Pijakan bisa dibuat menggunakan batu, bata, atau material lain yang tersedia di rumah selama permukaannya tidak mudah berubah posisi ketika terkena air.
Tentukan jalur berdasarkan kebiasaan penghuni rumah. Jika taman menghubungkan pintu rumah dengan tempat mencuci atau area belakang, jalur tersebut sebaiknya dibuat langsung agar orang tidak perlu melewati tanah.
Jarak antarpijakan juga perlu disesuaikan dengan langkah kaki. Pijakan yang terlalu jauh membuat orang tetap menginjak tanah, sedangkan jarak yang terlalu dekat bisa membuat jalur terasa tidak nyaman digunakan.
Advertisement
5. Kurangi Tanah Terbuka dan Atur Tanaman
Tanah terbuka yang terlalu luas lebih mudah berubah menjadi lumpur ketika terkena hujan. Karena itu, bagian tersebut bisa dikurangi dengan menempatkan tanaman, batu, kerikil, atau penutup permukaan lain sesuai kondisi halaman.
Tanaman sebaiknya ditempatkan pada bagian yang tidak mengganggu jalur berjalan dan aliran air. Berikan ruang yang cukup di antara tanaman agar perawatan tetap mudah dilakukan setelah hujan.
Hindari menumpuk tanah baru pada bagian yang sudah sering tergenang. Penambahan tanah tanpa memperhatikan jalur air justru bisa membuat air berpindah ke bagian lain dan menimbulkan genangan baru.
Advertisement
6. Sediakan Tempat untuk Menampung Air Hujan
Taman kering tetap membutuhkan tempat bagi air hujan untuk berkumpul sementara. Area tersebut bisa dibuat di bagian yang memang memungkinkan air mengalir tanpa mengganggu akses menuju rumah.
Batu dan kerikil dapat ditempatkan pada area penampungan untuk mengurangi tanah terbuka. Penataan ini juga membuat air tidak langsung menyebar ke jalur pijakan atau bagian taman yang sering digunakan.
Jika halaman memiliki saluran air, pastikan saluran tersebut tidak tertutup tanah, daun, atau kerikil. Pembersihan secara berkala perlu dilakukan agar air tetap bisa bergerak ketika hujan turun.
Advertisement
7. Rawat Taman agar Tetap Tidak Becek saat Hujan
Setelah taman selesai dibuat, perawatan tetap diperlukan untuk menjaga jalur air. Periksa kondisi taman setelah hujan, terutama jika masih terlihat genangan pada tempat yang sebelumnya tidak bermasalah.
Kerikil yang berpindah bisa dikembalikan ke tempatnya, sedangkan daun dan tanah yang masuk ke saluran perlu dibersihkan. Pemeriksaan sederhana ini membantu mengetahui perubahan kondisi taman dari waktu ke waktu.
Perawatan juga menjadi kesempatan untuk memperbaiki bagian yang mulai menahan air. Jika genangan terus muncul pada satu titik, periksa kembali permukaan tanah, posisi batu, dan jalur aliran sebelum melakukan perubahan pada seluruh taman.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Taman Kering Agar Tidak Becek
1. Apa yang membuat taman becek saat hujan?
Taman bisa becek ketika air hujan berkumpul pada permukaan tanah dan tidak segera mengalir atau terserap.
2. Apakah kerikil bisa mencegah taman becek?
Kerikil bisa membantu mengurangi tanah terbuka dan membuat permukaan taman tidak langsung menjadi lumpur saat terkena hujan.
3. Apa bahan yang cocok untuk taman kering?
Batu, kerikil, pasir, dan material untuk pijakan bisa digunakan untuk menutup sebagian permukaan tanah.
4. Apakah taman kering tetap membutuhkan tanaman?
Ya. Taman kering tetap bisa menggunakan tanaman dengan penataan yang disesuaikan dengan ruang dan kondisi halaman.
5. Bagaimana cara mengatasi genangan di taman?
Cari titik yang menampung air, atur arah alirannya, kurangi tanah terbuka, dan pastikan saluran air tidak tersumbat.