Puluhan siswa-siswi MAN 2 Lasem mengalami mual-mual setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihak Dinas Kesehatan Jawa Tengah menginvestigasi epidemiologi untuk mengetahui penyebab siswa MAN 2 Lasem keracunan MBG.
Kepala Bidang P2P Dinkes Jateng, Heri Purnomo mengatakan, dari pemeriksaan cepat dilakukan bersama Dinkes Rembang diketahui dari 294 penerima manfaat MBG di MAN 2 Lasem, 44 di antaranya mengalami diare.
"Ada 44 yang mengalami mual-mual diare. Terus 44 anak ini dibawa ke puskesmas Lasem untuk rawat inap," kata Heri, Rabu (9/9).
Dari pemeriksaan awal di MAN 2 Lasem diketahui MBG disantap siswa saat kejadian terdiri dari nasi putih, rica ayam, tahu krispi, tumisan putren, wortel dan masing-masing siswa diberi sepotong melon.
"Dugaan sementara keracunan dari melon, ayam," ujar dia.
Pihak SPPG Ngemplak yang berwenang menyalurkan MBG ke MAN 2 Lasem harus bertanggung jawab terkait dugaan keracunan dialami puluhan siswa tersebut. Dari data kasus diterima dari Dinkes Rembang diketahui SPPG Ngemplak dioperasikan Yayasan Feza Muara Barokah.
"Jadi SPPG Ngemplak tiap harinya mengirimkan MBG bagi 1.950 siswa dan bumil penerima manfaat. Sekolah penerima MBG di wilayah Ngemplak Lasem sebanyak delapan sekolah," kata Heri.
Pihak Dinkes Jateng juga akan memeriksa dokumen SLHS milik SPPG Ngemplak apakah sudah sesuai dengan ketentuan syarat dari Dinkes atau belum.
"SLHS mereka kita periksa ulang. Kita belum bisa katakan apakah mereka punya SLHS yang lengkap atau belum," ujar dia.
Pihak Dinkes Jateng ini sedang melakukan teknis pemeriksaan epidemiologi di antaranya dengan melakukan pengambilan sampel bahan baku ayam, sayuran, nasi dan buah dikonsumsi siswa MAN 2 Lasem.
"Pemeriksaan epidemiologi itu kan menyeluruh. Mulai pengambilan sampel bahan bakunya, memeriksa kondisi sanitasi dan kebersihan dapur SPPG-nya. Terus nanti sampel-sampel kita bawa ke laboratorium," kata Heri.
Berdasarkan laporan sementara dari Dinkes Lasem, para siswa MAN 2 Lasem keracunan MBG mengalami diare, pusing pusing, sakit perut, mual bahkan ada muntah. Ada dugaan kuat masa inkubasi bahan baku terpendek 2 jam dan ada inkubasi panjang sampai 26 jam.
"Jadi ketika kejadian waktu makan siswa pukul 11.00 sampai 12.00 WIB," tutup dia.