Memahami pergerakan pasar aset digital menjadi langkah awal yang penting sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Sepanjang tahun 2026, harga Bitcoin terus mengalami dinamika dan volatilitas. Berdasarkan data PINTU per 8 September 2026, Bitcoin berada di level USD 78.937.
Meski sempat terkoreksi hingga menyentuh titik terendah siklus di USD 57.735 pada 1 Juli 2026, harga Bitcoin sempat bangkit dengan mencatat kenaikan sekitar 25 persen sepanjang Agustus 2026.
Melihat kondisi pasar yang bergerak dinamis, Pintu, platform investasi aset keuangan digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)mengingatkan investor untuk mengedepankan strategi investasi yang terukur dan sesuai dengan profil risiko pribadi.
Advertisement
1. Cara Pembelian Bitcoin yang Terjangkau
Banyak masyarakat mengira membeli Bitcoin harus langsung dalam jumlah satu keping utuh. Padahal, Bitcoin dapat dibagi hingga delapan angka desimal, sehingga pembelian dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing.
Melalui aplikasi Pintu, langkah dan ketentuan pembeliannya sangat terjangkau.
- Nominal Terjangkau: Pembelian Bitcoin dapat dimulai hanya dari Rp11.000
- Registrasi & Verifikasi: Investor cukup mengunduh aplikasi, menyelesaikan proses pendaftaran, dan melakukan verifikasi identitas sesuai ketentuan yang berlaku.
- Proses Transaksi: Setelah verifikasi selesai, pembelian dapat dilakukan secara langsung di dalam aplikasi sesuai nominal Rupiah yang diinginkan.
Advertisement
2. Terapkan Strategi Investasi Dollar Cost Averaging (DCA)
Menyikapi volatilitas pasar, tim Pintu Academy menyarankan strategi Dollar Cost Averaging (DCA), terutama bagi investor dengan tujuan jangka panjang. DCA dilakukan dengan menginvestasikan nominal dana yang relatif sama secara berkala tanpa perlu berspekulasi menebak titik tertinggi atau terendah pasar.
Dengan DCA, jumlah Bitcoin yang diperoleh akan menyesuaikan dengan harga saat pembelian: saat harga turun, nominal yang sama mendapatkan lebih banyak Bitcoin, dan sebaliknya.
Beberapa prinsip dasar penerapan DCA yang disarankan:
- Sesuaikan Kemampuan Finansial: Tentukan nominal setelah memperhitungkan kebutuhan rutin dan dana darurat.
- Jadwal Konsisten: Tetapkan jadwal rutin, misalnya bulanan setelah menerima penghasilan.
- Pencatatan Rapi: Catat setiap transaksi, termasuk nominal Rupiah, harga beli, jumlah Bitcoin yang diperoleh, dan biaya transaksi.
- Evaluasi Berkala: Lakukan evaluasi secara periodik tanpa mudah panik akibat pergerakan harga jangka pendek.
- Penyesuaian Fleksibel: Siapkan kondisi untuk menyesuaikan atau menghentikan investasi jika kondisi keuangan pribadi berubah.
Advertisement
3. Pahami Risiko Sebelum Membeli
Investasi Bitcoin memiliki tingkat volatilitas tinggi yang memungkinkan terjadi penurunan nilai dalam waktu singkat. Selain dinamika internal pasar kripto, pergerakan harganya juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global seperti kebijakan suku bunga Federal Reserve, inflasi, serta sentimen investor terhadap aset berisiko.
Pintu mengingatkan bahwa seluruh informasi dan simulasi harga bersifat ilustratif karena harga aset dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, pahami toleransi risiko, kondisi keuangan, dan tujuan investasi Anda sebelum mengambil keputusan. Panduan dan edukasi lebih lanjut mengenai strategi investasi dapat dipelajari secara lengkap melalui Pintu Academy di aplikasi Pintu.