Pemkab Bangka Tengah Gelontorkan Rp45 Miliar untuk Pembangunan Jalan Bangka Tengah, Tingkatkan Aksesibilitas Warga

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah mengalokasikan Rp45 miliar melalui dana Inpres untuk Pembangunan Jalan Bangka Tengah sepanjang 11,1 km, demi tingkatkan konektivitas dan ekonomi warga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Bangka Tengah Gelontorkan Rp45 Miliar untuk Pembangunan Jalan Bangka Tengah, Tingkatkan Aksesibilitas Warga
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah mengalokasikan Rp45 miliar melalui dana Inpres untuk Pembangunan Jalan Bangka Tengah sepanjang 11,1 km, demi tingkatkan konektivitas dan ekonomi warga. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menunjukkan komitmennya dalam peningkatan infrastruktur vital dengan mengalokasikan dana besar untuk pembangunan jalan. Melalui kerja sama dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bangka Belitung, proyek ambisius ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas bagi masyarakat setempat.

Total anggaran sebesar Rp45 miliar telah digelontorkan melalui dana Instruksi Presiden (Inpres) untuk membangun jalan sepanjang 11,1 kilometer. Ruas jalan ini akan menjadi penghubung krusial antara Desa Lubuk Pabrik dan Kampung G yang berada di Kecamatan Lubuk Besar.

Pembangunan jalan Bangka Tengah ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga dalam mengakses berbagai fasilitas publik. Mulai dari sekolah, pasar, puskesmas, hingga pusat-pusat aktivitas ekonomi lainnya, semua akan lebih mudah dijangkau setelah proyek ini rampung.

Peningkatan Infrastruktur Vital untuk Konektivitas Optimal

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menegaskan pentingnya pembangunan jalan ini bagi masyarakat. Jalan yang akan diperbaiki merupakan jalur utama yang sangat dibutuhkan warga untuk kegiatan sehari-hari.

Bupati Algafry Rahman menyatakan, "Jika kondisi jalan membaik, biaya perjalanan dan distribusi hasil pertanian akan lebih efisien." Pernyataan ini menggarisbawahi dampak positif yang diharapkan terhadap perekonomian lokal dan kesejahteraan penduduk.

Selain ruas Lubuk Pabrik-Kampung G, pemerintah daerah setempat juga telah mengusulkan peningkatan jalan prioritas lainnya. Salah satunya adalah ruas Tanjung Pura–Sungaiselan sepanjang sekitar 17 kilometer, menunjukkan visi jangka panjang Pemkab dalam pembangunan infrastruktur.

Dana Inpres Dorong Pembangunan Jalan Bangka Tengah

Dana Inpres menjadi tulang punggung pembiayaan proyek pembangunan jalan Bangka Tengah ini. Alokasi dana tersebut mencerminkan dukungan pemerintah pusat untuk pemerataan pembangunan di daerah.

Kepala BPJN Bangka Belitung, Susan Novelia, menjelaskan bahwa dana Inpres dialokasikan untuk mendukung konektivitas wilayah. Selain itu, dana ini juga bertujuan untuk memperlancar distribusi barang serta membantu pemerataan pembangunan di berbagai daerah.

Susan Novelia menambahkan, "Pembangunan ini menjadi akses penghubung jalur ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat." Proyek ini dikerjakan oleh dua penyedia jasa, dengan satu segmen sepanjang 8,03 kilometer senilai Rp33 miliar dan segmen lainnya 3,07 kilometer senilai Rp12 miliar. Masa pekerjaan ditetapkan selama 52 hari sejak 10 November 2025.

Antusiasme Warga Sambut Pembangunan Jalan Bangka Tengah

Warga menyambut baik rencana pembangunan jalan ini dengan antusiasme tinggi. Kondisi jalan yang sebelumnya berupa tanah merah seringkali menyulitkan aktivitas, terutama saat musim hujan.

Sunarto (80), warga Dusun Kerasak, Desa Lubuk Lingkuk, mengungkapkan rasa syukurnya. "Kalau jalan sudah diaspal, perjalanan lebih cepat dan tidak khawatir saat hujan," ujarnya, menggambarkan betapa perbaikan jalan akan memberikan kemudahan signifikan bagi kehidupan sehari-hari.

Pembangunan jalan Bangka Tengah ini tidak hanya sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang. Investasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan akses yang lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat di Bangka Tengah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi