Pemkab Lamongan Resmikan PLTS 626,4 kWp di PT DOK, Tonggak Awal Energi Hijau Kawasan Industri

Pemkab Lamongan resmikan PLTS 626,4 kWp di PT DOK, menjadi tonggak awal transisi energi bersih. Inovasi PLTS Lamongan ini diharapkan jadi percontohan industri lain.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Lamongan Resmikan PLTS 626,4 kWp di PT DOK, Tonggak Awal Energi Hijau Kawasan Industri
Pemkab Lamongan resmikan PLTS 626,4 kWp di PT DOK, menjadi tonggak awal transisi energi bersih. Inovasi PLTS Lamongan ini diharapkan jadi percontohan industri lain. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan secara resmi meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Ground Mounted berkapasitas 626,4 kilowatt peak (kWp) di PT DOK Pantai Lamongan (DPL).

Peresmian ini menandai sebuah langkah strategis Pemkab Lamongan dalam mendorong perluasan penggunaan energi hijau di sektor industri. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model percontohan yang diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain di wilayah tersebut, guna mencapai keberlanjutan lingkungan dan efisiensi operasional.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, secara langsung menyatakan bahwa PLTS ini merupakan tonggak awal yang sangat penting dalam transisi energi bersih di kawasan Pantura Jawa Timur. Acara peresmian berlangsung di Lamongan, Jawa Timur, pada hari Selasa, 25 November, menegaskan komitmen daerah terhadap energi terbarukan.

Perluasan Energi Hijau untuk Industri Berkelanjutan

Bupati Yuhronur Efendi menekankan bahwa penerapan PLTS di PT DOK Pantai Lamongan bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, melainkan sebuah inisiatif percontohan yang signifikan. Ia berharap inovasi ini akan menginspirasi dan diikuti oleh industri-industri lain di kawasan tersebut, menciptakan ekosistem industri yang lebih hijau.

Visi jangka panjangnya adalah membentuk kawasan industri berbasis energi hijau yang komprehensif, tidak hanya mengandalkan energi matahari, tetapi juga potensi energi dari angin, air, hingga biomassa. Langkah progresif ini dinilai krusial untuk meningkatkan efisiensi energi perusahaan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan hidup secara holistik.

Kebutuhan energi industri terus menunjukkan peningkatan yang signifikan seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi daerah, sementara pasokan energi fosil menghadapi keterbatasan sumber daya dan dampak lingkungan yang serius. Menanggapi tantangan ini, Pemkab Lamongan gencar mendorong investasi hijau, termasuk pengembangan teknologi pengolahan limbah (waste-to-energy) yang berpotensi menghasilkan energi baru dan mengurangi dampak lingkungan secara signifikan.

Inisiatif seperti PLTS Lamongan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor industri yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dukungan Regulasi dan Pengakuan Prestasi Nasional

Selain PT DOK Pantai Lamongan, beberapa industri lain di wilayah setempat juga mulai menunjukkan komitmen kuat terhadap energi terbarukan. Mereka secara proaktif mengadopsi teknologi energi bersih sebagai bagian dari strategi untuk mencapai efisiensi operasional yang lebih baik dan mengurangi jejak karbon.

Pemerintah daerah tidak hanya memberikan dorongan, tetapi juga telah menyiapkan kerangka dukungan regulasi yang memadai. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses adopsi energi bersih di kalangan industri dan memastikan bahwa semua langkah yang diambil selaras dengan target pembangunan berkelanjutan yang telah ditetapkan secara nasional maupun lokal.

Dengan peresmian PLTS ini, Kabupaten Lamongan semakin memperkuat posisinya sebagai kawasan industri yang inovatif, efisien, dan sangat ramah lingkungan. Keberadaan PLTS ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi hijau ke daerah.

Penerapan PLTS di PT DOK ini bahkan telah mendapatkan pengakuan prestisius dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). PT DOK Pantai Lamongan diakui sebagai perusahaan maritim pertama di Indonesia yang menggunakan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Ground Mounted. Panel surya ini dipasang di permukaan tanah menggunakan struktur penyangga khusus dan terintegrasi penuh dengan sistem kelistrikan operasional perusahaan, menunjukkan keunggulan teknis dan komitmen lingkungan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi