Update Harga Komoditas Pangan Nasional: Cabai Rawit Merah Tembus Rp41 Ribu, Telur Ayam Rp31 Ribu per Kg

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) merilis update terbaru **harga komoditas pangan** nasional, menunjukkan cabai rawit merah dan telur ayam ras masih di level tinggi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Update Harga Komoditas Pangan Nasional: Cabai Rawit Merah Tembus Rp41 Ribu, Telur Ayam Rp31 Ribu per Kg
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional merilis data terbaru. Harga Pangan Nasional seperti cabai rawit dan telur ayam ras menunjukkan fluktuasi di tingkat eceran. Simak rincian lengkapnya! (AntaraNews)

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, di bawah pengelolaan Bank Indonesia, telah merilis pembaruan data terkini mengenai harga sejumlah komoditas pangan strategis di seluruh Indonesia. Informasi ini menjadi acuan penting bagi masyarakat dan pelaku pasar untuk memantau fluktuasi harga kebutuhan pokok. Data terbaru ini menunjukkan adanya pergerakan harga yang signifikan pada beberapa komoditas utama.

Menurut laporan PIHPS yang dilansir di Jakarta pada Sabtu, 8 November, pukul 08.43 WIB, harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp41.650 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam ras juga berada pada level yang cukup tinggi, yakni Rp31.400 per kilogram. Kedua komoditas ini seringkali menjadi indikator penting dalam stabilitas harga pangan nasional.

Data ini dikumpulkan dari tingkat pedagang eceran secara nasional, memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi pasar. Pemantauan rutin oleh PIHPS bertujuan untuk menyediakan transparansi informasi harga. Hal ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam perencanaan belanja dan juga mendukung kebijakan pemerintah terkait pengendalian inflasi.

Fluktuasi Harga Cabai dan Telur di Pasar Nasional

Pergerakan harga pada **harga komoditas pangan** utama seperti cabai dan telur terus menjadi perhatian publik. Cabai rawit merah yang mencapai Rp41.650 per kilogram menunjukkan adanya tekanan harga di tingkat konsumen. Kondisi ini seringkali dipengaruhi oleh faktor musim, distribusi, dan permintaan pasar yang tinggi.

Selain cabai rawit merah, PIHPS juga mencatat harga jenis cabai lainnya. Cabai merah besar berada di angka Rp55.350 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sedikit lebih tinggi yaitu Rp55.400 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit hijau tercatat dengan harga Rp36.850 per kilogram, menunjukkan variasi harga antar jenis cabai.

Telur ayam ras, sebagai salah satu sumber protein hewani yang paling banyak dikonsumsi, juga menunjukkan harga yang relatif tinggi. Dengan harga Rp31.400 per kilogram, kenaikan ini dapat berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Ketersediaan pakan dan biaya produksi menjadi faktor krusial dalam menentukan stabilitas harga telur di pasaran.

Pemerintah dan lembaga terkait terus memonitor dinamika **harga komoditas pangan** ini. Upaya stabilisasi harga melalui intervensi pasar atau kebijakan subsidi seringkali dilakukan. Tujuannya adalah untuk memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Perkembangan Harga Bawang dan Beras Berbagai Kualitas

Selain cabai dan telur, komoditas bawang juga menunjukkan pergerakan harga yang signifikan. PIHPS melaporkan harga bawang merah berada di angka Rp41.800 per kilogram. Sementara itu, bawang putih tercatat dengan harga Rp39.000 per kilogram. Kedua jenis bawang ini merupakan bumbu dapur esensial yang juga kerap mengalami fluktuasi harga.

Sektor perberasan juga menjadi fokus utama dalam pemantauan **harga komoditas pangan**. Beras kualitas bawah I tercatat seharga Rp14.450 per kilogram, dan kualitas bawah II sedikit lebih rendah di Rp14.300 per kilogram. Harga beras kualitas medium I mencapai Rp15.900 per kilogram, sedangkan kualitas medium II seharga Rp15.700 per kilogram.

Untuk beras kualitas premium, PIHPS mencatat harga beras kualitas super I di angka Rp17.050 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas super II berada pada harga Rp16.550 per kilogram. Variasi harga ini mencerminkan perbedaan kualitas dan jenis beras yang tersedia di pasar, memberikan pilihan bagi konsumen sesuai kebutuhan dan anggaran.

Ketersediaan pasokan beras yang stabil sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas **harga komoditas pangan** pokok seperti beras terus dilakukan melalui berbagai program. Ini termasuk menjaga stok cadangan beras dan memastikan kelancaran distribusi dari sentra produksi ke konsumen.

Harga Daging, Gula, dan Minyak Goreng Terkini

Data PIHPS juga mencakup **harga komoditas pangan** lain yang penting bagi rumah tangga, yaitu daging. Daging ayam ras tercatat di harga Rp37.550 per kilogram. Untuk daging sapi, kualitas I berada di angka Rp140.100 per kilogram, dan kualitas II sedikit lebih rendah yaitu Rp132.250 per kilogram. Harga daging ini seringkali dipengaruhi oleh perayaan hari besar keagamaan dan ketersediaan hewan ternak.

Komoditas gula juga menunjukkan variasi harga berdasarkan kualitasnya. Gula pasir kualitas premium tercatat di harga Rp19.800 per kilogram. Sementara itu, gula pasir lokal memiliki harga yang sedikit lebih rendah, yaitu Rp18.050 per kilogram. Perbedaan harga ini biasanya terkait dengan merek, kemasan, dan proses produksi gula tersebut.

Terakhir, untuk minyak goreng, PIHPS melaporkan harga minyak goreng curah di angka Rp18.650 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I tercatat seharga Rp22.450 per liter, dan kemasan bermerek II di harga Rp21.350 per liter. Harga minyak goreng ini sangat sensitif terhadap harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) di pasar global.

Pemantauan terhadap **harga komoditas pangan** seperti daging, gula, dan minyak goreng ini krusial. Informasi ini membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi. Tujuannya adalah untuk melindungi daya beli masyarakat dari gejolak harga yang tidak terkendali di pasaran.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi