Berdasarkan hasil pantauan harga pangan hari ini di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pada Rabu (26/8/2026), harga beras mayoritas mengalami kenaikan. Pada pantauan pasar Senin, 24 Agustus 2026, harga beras di Pasar Kebayoran Lama berada di kisaran Rp 14.000-15.000 per kg. Namun, kini harga beras paling murah dengan kualitas terendah dipatok di harga Rp 15.050 per kg.
Adapun beras kualitas super tipe I dijual seharga Rp 17.300 per kilogram (kg), sedangkan kualitas medium tipe I dijual Rp 16.350 per kg, dan kualitas bawah tipe I dijual Rp 15.200 per kg. Sementara itu, harga minyak dan gula masih stabil.
Gula pasir kualitas premium kini diberi harga Rp 20.450 per kg, sedangkan gula pasir lokal dijual seharga Rp 19.000 per kg. Selain itu, harga minyak curah kini berada di angka Rp 20.850 per kg.
Advertisement
Daftar Harga Pangan Terkini
Berikut adalah daftar lengkap harga beras, minyak, dan gula pada Rabu pagi:
- Harga Beras
Kualitas Super: Tipe I Rp 17.300 per kg, Tipe II Rp 16.950 per kg. Kualitas Medium: Tipe I Rp 16.350 per kg, Tipe II Rp 16.450 per kg. Kualitas Bawah: Tipe I Rp 15.200 per kg, Tipe II Rp 15.050 per kg.
- Harga Minyak dan Gula
Minyak Goreng: Kemasan bermerek 1 Rp 24.450 per kg, kemasan bermerek 2 Rp 23.900 per kg, dan jenis curah Rp 20.850 per kg. Gula Pasir: Varian premium Rp 20.450 per kg, gula pasir lokal Rp 19.000 per kg.
Advertisement
Stok Pangan Nasional Aman
Pemerintah memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk menghadapi bencana alam dan keadaan darurat. Per 21 Agustus 2026, stok CBP secara nasional tercatat mencapai 5,17 juta ton. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan kebutuhan pangan, khususnya beras, bagi masyarakat terdampak bencana dipastikan aman.
“Karena masalah beras yang paling penting. Perintah Bapak Presiden agar bergerak cepat, menyelesaikan masalah. Dan alhamdulillah, kami sudah cek langsung. Kami sudah hitung kekuatan kita di sini sampai 1 tahun aman bahkan lebih. Jadi insya Allah aman,” kata Amran, Minggu (23/8/2026).
Besarnya stok tersebut juga memungkinkan pemerintah terus menyalurkan bantuan pangan sembari tetap menjaga ketersediaan cadangan. Sejak Januari hingga 21 Agustus 2026, total CBP yang telah digelontorkan mencapai 1,65 juta ton.
Advertisement
Penyaluran Bantuan Pangan
Dari total 1,65 juta ton CBP yang telah disalurkan, realisasi penjualan beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Januari-Februari mencapai 221,05 ribu ton. Kemudian, penyaluran SPHP periode Maret-Agustus mencapai 678,12 ribu ton. Sementara itu, bantuan pangan tahap pertama telah mencapai 662,86 ribu ton.
Pemerintah juga telah menyalurkan 11,39 ribu ton untuk bantuan bencana dan keadaan darurat. Ke depan, pemerintah masih memiliki rencana penyaluran bantuan pangan beras tahap kedua sebanyak 997,2 ribu ton. Bantuan tersebut akan diberikan kepada 33,24 juta keluarga, dengan masing-masing keluarga mendapatkan 10 kilogram beras untuk alokasi tiga bulan.
Dengan rencana penyaluran tersebut, pemerintah bersama Perum Bulog berpotensi menggelontorkan CBP lebih dari 2 juta ton. Meski demikian, persediaan CBP nasional masih berada di atas 5 juta ton. Kondisi ini menjadi dasar pemerintah untuk memastikan program bantuan pangan tetap berjalan, termasuk ketika terjadi bencana alam dan keadaan darurat.