PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengulurkan bantuan bagi warga terdampak musibah kebakaran di kawasan Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Bank BTN memasok aneka kebutuhan pokok untuk mendampingi sekitar 320 jiwa dari tiga dusun terdampak.
Amukan si jago merah sebelumnya melumat sedikitnya 167 unit bangunan. Kerusakan mencakup 75 unit rumah adat, 69 lapak artshop, delapan lumbung alang, sejumlah bangunan berugak, hingga berbagai fasilitas publik dan aset adat. Tak hanya merusak hunian, insiden tersebut turut menghanguskan deretan peralatan seni, benda pusaka, serta warisan sejarah budaya bernilai tinggi milik warga Sasak.
Upaya tanggap darurat ini digerakkan lewat semangat gotong royong dan sinergi lintas BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia. Seluruh penyaluran logistik dipusatkan dan dikoordinasikan secara terpadu melalui posko kebencanaan di lokasi.
Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, menegaskan bahwa langkah bersama ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan ekosistem BUMN dalam merespons kondisi darurat di tengah masyarakat.
"Kami turut prihatin atas musibah yang dialami masyarakat Desa Adat Sade. Dalam kondisi seperti ini, kolaborasi menjadi penting agar bantuan dapat segera hadir dan menjawab kebutuhan masyarakat terdampak. Bersama Danantara dan BUMN lainnya, kami berharap dukungan yang diberikan dapat membantu meringankan beban warga sekaligus mendukung proses pemulihan pascakebakaran," ujar Ramon di Jakarta, Rabu (26/8).
Advertisement
Distribusikan Kebutuhan Pokok
Dalam aksi kepedulian ini, BTN mendistribusikan deretan kebutuhan mendesak, mulai dari perlengkapan tidur, pasokan air bersih, bahan makanan pokok, hingga sarana ibadah dan perlengkapan harian. Di saat bersamaan, BUMN lain turut melengkapi bantuan dengan menyediakan stok sembako, alas tidur, serta perlengkapan khusus perempuan dan bayi.
Ramon menambahkan, percepatan pemulihan Desa Adat Sade menjadi perhatian mendesak. Pasalnya, dampak musibah ini tak sekadar merusak pemukiman, tetapi juga memukul roda perekonomian serta nilai sosial-budaya setempat.
"Desa Adat Sade merupakan bagian dari kehidupan sekaligus warisan budaya masyarakat Sasak. Kami berharap melalui semangat gotong royong ini masyarakat dapat segera bangkit, aktivitas sosial dan ekonomi kembali berjalan, serta kawasan Desa Adat Sade dapat berangsur pulih," kata Ramon.
Lewat penguatan program TJSL, BTN berkomitmen terus merapatkan barisan bersama Danantara Indonesia dan seluruh ekosistem BUMN. Sinergi ini ditujukan untuk menghadirkan dampak sosial serta lingkungan yang nyata, sekaligus mengoptimalkan respons cepat saat masyarakat menghadapi situasi darurat.