Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pangan di Gorontalo membuat masyarakat harus memutar otak dalam mengatur anggaran dapur. Di tengah melonjaknya harga komoditas lain, terutama ikan, telur ayam kini menjadi lauk alternatif favorit yang paling banyak dicari warga.
Syarifah, seorang warga Gorontalo, mengaku kerap memilih telur sebagai lauk harian keluarga untuk menyiasati mahalnya harga ikan di pasaran.
"Telur bisa jadi lauk sehari-hari. Mudah dimasak dan bisa diolah macam-macam, bisa jadi pilihan ketika ikan mahal,” kata Syarifah, dikutip dari Antara, Rabu (26/8).
Menurut Syarifah, gejolak harga pangan menuntut masyarakat untuk lebih cermat mengelola keuangan agar tidak melebihi kemampuan finansial. Telur dinilai sangat praktis karena bisa dijadikan lauk utama maupun dikombinasikan dengan bahan makanan lain.
Meski harga telur sendiri ikut merambat naik, ia memilih untuk menyesuaikan volume pembelian ketimbang mencoretnya dari daftar belanjaan.
"Kalau harga naik, paling jumlah belinya yang disesuaikan. Yang penting kebutuhan makan keluarga tetap terpenuhi," ujarnya.
Advertisement
Jadi Bahan Wajib Belanja
Hal senada diungkapkan warga Gorontalo lainnya, Fatima. Ia menegaskan bahwa telur tetap menjadi bahan pangan wajib dalam belanja rumah tangga karena fleksibilitas pengolahannya.
"Kalau untuk lauk, telur masih sering dibeli karena mudah diolah. Bisa digoreng, direbus atau dicampur dengan bahan lain," ujar Fatima.
Bagi Fatima, situasi kenaikan harga saat ini memaksa setiap keluarga untuk pandai menentukan prioritas dan menyesuaikan jumlah pembelian bahan makanan sesuai kebutuhan harian. Ia berharap pemerintah dapat menjaga kestabilan harga telur dan bahan pokok lainnya agar tetap terjangkau dan tidak makin memberatkan beban ekonomi masyarakat.