Jembatan Gantung Bumi Arum Rusak, Warga Khawatir Melintas

Jembatan gantung di Pekon Bumi Arum, Pringsewu, Lampung, mengalami kerusakan, memaksa warga memutar 16 km untuk beraktivitas.

Ardi Munthe
Oleh Ardi Munthe - Reporter
Jembatan Gantung Bumi Arum Rusak, Warga Khawatir Melintas
Jembatan gantung di Pekon Bumi Arum, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung, mulai mengalami kerusakan di sejumlah bagian (Liputan6.com/Istimewa).

Jembatan gantung di Pekon Bumi Arum, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung, mengalami kerusakan di sejumlah bagian. Kondisi tersebut membuat warga yang setiap hari menggunakan jalur penghubung Kecamatan Pringsewu dan Sukoharjo merasa khawatir.

Jembatan sepanjang sekitar 55 meter itu masih menjadi akses penting bagi masyarakat. Setiap hari, lebih dari 250 kendaraan roda dua melintasi jembatan yang dibangun secara swadaya masyarakat sejak 1980 tersebut.

Kerusakan jembatan mendapat perhatian Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra. Ia turun langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi fisik jembatan sekaligus mendengarkan keluhan warga.

Jembatan gantung Bumi Arum terakhir direnovasi pada 2024. Namun, sejumlah bagian kembali mengalami kerusakan, termasuk lantai jembatan yang kini memiliki beberapa lubang.

Bagi warga, jembatan tersebut bukan sekadar jalur penghubung. Jembatan itu menghubungkan Pekon Bumi Arum dengan Pekon Sinar Baru Timur dan menjadi jalur alternatif bagi masyarakat Kecamatan Pringsewu dan Sukoharjo.

Keberadaan jembatan tersebut memungkinkan warga menghemat jarak sekitar 16 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Jika menggunakan jalur utama melalui Jembatan Way Sekampung, perjalanan menjadi lebih jauh karena harus memutar.

Setiap hari, jembatan digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari bekerja, bersekolah, berdagang hingga mengangkut hasil pertanian. Namun, kondisi jembatan saat ini hanya memungkinkan kendaraan roda dua untuk melintas.

Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi jembatan sekaligus melihat langsung aspek keselamatan bagi masyarakat.

"Informasi dari masyarakat tentu menjadi perhatian kami. Karena itu kami datang langsung untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan. Jembatan ini cukup vital bagi masyarakat, sehingga aspek keselamatan harus menjadi perhatian," kata Dadi, Rabu (26/8/2026).

Menurut Dadi, kondisi jembatan perlu segera mendapat perhatian dan penanganan. Hal itu penting agar masyarakat yang bergantung pada akses tersebut tetap dapat menjalankan aktivitas dengan aman.

Pengecekan tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong perbaikan atau renovasi jembatan sehingga lebih kuat dan layak digunakan.

Warga Berharap Segera Diperbaiki

Warga berharap kerusakan jembatan segera ditindaklanjuti. Sebab, akses tersebut digunakan setiap hari untuk menunjang berbagai aktivitas masyarakat.

Marsono, pedagang tempe asal Pekon Bumi Arum, mengatakan kondisi jembatan membuat pengguna harus lebih berhati-hati saat melintas. Meski demikian, ia tetap menggunakan jembatan tersebut karena menjadi akses paling dekat.

"Jembatan ini sangat membantu kami karena kalau lewat sini jaraknya lebih dekat. Memang sekarang kondisinya sudah mulai rusak, jadi kami berharap segera diperbaiki atau kalau memungkinkan dibangun kembali agar lebih kuat dan aman," ujar Marsono.

Hal serupa disampaikan Susilowari, warga Pekon Sinar Baru. Ia mengaku menggunakan jembatan tersebut setiap hari untuk mengantar dan menjemput anaknya yang bersekolah di SMAN 1 Pringsewu.

Menurut Susilowari, lubang pada lantai jembatan membuat dirinya khawatir ketika melintas. Namun, jarak yang lebih dekat membuatnya tetap memilih menggunakan akses tersebut.

"Ya sebenarnya takut, apalagi sudah ada banyak lubang. Tapi karena jalannya hanya lewat sini yang lebih dekat, ya terpaksa tetap lewat. Kalau memang jadi diperbaiki, alhamdulillah, kami tidak perlu lagi merasa khawatir melewati jalan seperti ini," tuturnya.

Warga kini berharap pengecekan tersebut segera berlanjut pada langkah nyata. Mereka ingin jembatan yang selama puluhan tahun menjadi jalur penting bagi masyarakat di dua kecamatan itu segera diperbaiki agar kembali aman dan nyaman dilintasi.

Rekomendasi