Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (26/8/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung dampak gempa bermagnitudo (M) 7,7 yang terjadi beberapa pekan lalu. Prabowo tiba di helipad Kabupaten Nagekeo sekitar pukul 11.50 WIB dengan menggunakan helikopter kepresidenan.
Dalam kunjungannya, Prabowo didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo ingin merasakan langsung kondisi masyarakat dan memastikan penanganan bencana serta pemenuhan kebutuhan warga berjalan dengan baik.
"Kunjungan ini juga akan menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait berjalan efektif dalam menangani dampak gempa di Pulau Flores, NTT," kata Prasetyo Hadi dalam keterangannya.
Sejak awal, Prabowo telah memerintahkan penanganan dampak darurat gempa dan penyaluran bantuan dilakukan secara cepat, terarah, dan merata di seluruh wilayah terdampak bencana.
Prasetyo menjelaskan bahwa bantuan logistik dan perlengkapan telah disalurkan kepada warga terdampak gempa melalui Sekretariat Presiden sejak 15 hingga 24 Agustus 2026.
Bantuan tersebut meliputi 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, 10,29 ton air mineral, serta obat-obatan, tenda, selimut, matras, peralatan komunikasi, hingga dua set rumah sakit lapangan.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak melalui pengerahan berbagai fasilitas kesehatan tanggap bencana.
"KRI Soeharso-990 milik TNI AL telah bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, yang akan difungsikan sebagai rumah sakit lapangan, sementara Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga telah berada di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur, untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat," jelas Prasetyo.
Di tingkat daerah, dua rumah sakit lapangan juga telah dioperasionalkan, masing-masing di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, untuk pelayanan operatif dengan 29 tindakan operasi yang telah dilakukan secara kumulatif, serta di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, untuk mendukung pelayanan kesehatan darurat dan tindakan operasi bagi korban gempa.
Prasetyo memastikan bahwa penanganan dampak bencana gempa NTT tidak akan berhenti pada masa tanggap darurat saja.
Pemerintah akan memastikan proses pemulihan bencana dilanjutkan secara bertahap hingga warga NTT dapat hidup normal kembali.
"Tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan," ujarnya.
Pemerintah akan terus bekerja agar masyarakat NTT yang terdampak tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi bencana dan dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal," imbuh Prasetyo.