Akses KPR FLPP, Ada Cicilan Rp1,7 Juta per Bulan

Meikarta bekerja sama dengan Nobu Bank untuk mempermudah masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah melalui skema KPR FLPP.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
Akses KPR FLPP, Ada Cicilan Rp1,7 Juta per Bulan
KPR FLPP Meikarta bisa menjadi pilihan rumah pertama dengan DP mulai 1%, bunga tetap 6%, dan tenor hingga 30 tahun. (Dok Meikarta)

Meikarta berkomitmen untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Program ini merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk membantu MBR memperoleh hunian pertama sekaligus mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah.

Dalam skema ini, Meikarta bekerja sama dengan Nobu Bank sebagai bank penyalur. Calon pembeli yang memenuhi syarat dapat mengajukan pembiayaan dengan bunga tetap 6%, tenor hingga 30 tahun, dan uang muka mulai 1%. Besaran cicilan yang harus dibayar bergantung pada harga unit, uang muka, tenor, serta hasil analisis dan persetujuan bank.

Presiden Direktur PT Mahkota Sentosa Utama, Indra Azwar mengatakan, pengembang Meikarta, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pengembang dalam penyediaan hunian terjangkau. "Penyediaan hunian terjangkau tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah telah menyediakan instrumen pembiayaan melalui FLPP," ujar Indra, Rabu (26/8/2026).

Buka Akses Rumah Pertama

Kepemilikan rumah masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat, terutama terkait kemampuan pembiayaan jangka panjang. Skema FLPP dirancang untuk membantu masyarakat yang memenuhi kriteria agar dapat memperoleh pembiayaan dengan ketentuan yang lebih terjangkau. Di wilayah Jabodetabek, batas maksimal penghasilan MBR saat ini mencapai Rp 12 juta per bulan bagi masyarakat yang belum menikah dan Rp14 juta bagi yang sudah menikah, sesuai ketentuan yang berlaku.

Penerima FLPP juga harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain Warga Negara Indonesia, belum memiliki rumah, serta belum pernah menerima subsidi atau bantuan pembiayaan perumahan dari pemerintah. Proses pengajuan KPR tetap melalui verifikasi dan analisis kelayakan oleh bank penyalur.

Indra menambahkan, "Yang menjadi perhatian bukan hanya berapa harga rumahnya, tetapi apakah masyarakat mampu mengakses pembiayaannya. Bunga tetap, uang muka yang ringan, dan tenor yang panjang memberikan ruang bagi masyarakat yang memenuhi kriteria untuk merencanakan kepemilikan rumah secara lebih terukur."

Hunian Dekat Pusat Ekonomi

Selain harga rumah dan cicilan, lokasi juga menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat yang bekerja di kawasan industri dan pusat ekonomi Cikarang serta sekitarnya. Meikarta terletak di kawasan Cikarang yang terhubung dengan salah satu koridor industri dan ekonomi utama di Jawa Barat. Kedekatan tempat tinggal dengan lokasi kerja dapat membantu masyarakat mempertimbangkan waktu perjalanan dan biaya transportasi dalam pengeluaran sehari-hari.

"Bagi pekerja, rumah yang terjangkau bukan hanya soal cicilan. Lokasi juga menentukan berapa banyak waktu dan biaya yang harus dikeluarkan setiap hari untuk bekerja dan menjalani kehidupan bersama keluarga. Karena itu, akses terhadap hunian perlu dilihat secara lebih menyeluruh," ujar Indra.

Menurut Indra, penanganan backlog perumahan tidak cukup hanya dengan menambah jumlah unit. Hunian juga harus dapat dijangkau dan diakses oleh masyarakat yang membutuhkan. "Kami melihat program perumahan pemerintah sebagai sebuah ekosistem. Pemerintah memberikan kebijakan dan instrumen pembiayaan, perbankan memastikan proses pembiayaan berjalan, dan pengembang menyediakan hunian. Kolaborasi inilah yang pada akhirnya menentukan apakah masyarakat benar-benar dapat mengakses rumah yang layak," tuturnya.

Rekomendasi