Perjalanan Karier Nadiem Makarim: Pendiri Decacorn yang kini Terjerat Kasus Korupsi Rugikan Negara Rp1,9 Triliun

Sebelum penetapan ini, Nadiem Makarim, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi (Mendikbudristek).

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
Perjalanan Karier Nadiem Makarim: Pendiri Decacorn yang kini Terjerat Kasus Korupsi Rugikan Negara Rp1,9 Triliun
Nadiem Anwar Makarim hadir memenuhi panggilan tim penyidik Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (7/8/2025). (merdeka.com/Arie Basuki) (© 2025 Liputan6.com)

Penyidik dari Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan Nadiem Makarim sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna menginformasikan bahwa terdapat tersangka baru yang diidentifikasi dengan inisial NAM.

"Dari hasil pendalaman keterangan saksi-saksi dan alat bukti yang ada sore ini telah menetapkan tersangka baru dengan inisial NAM," ucap Anang dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta Selatan pada Kamis, 4 September.

Sebelum penetapan ini, Nadiem Makarim, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi (Mendikbudristek), telah memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis, 7 Agustus 2025, untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam tiga kasus korupsi.

Kedatangan pendiri startup terbesar di Indonesia ini berkaitan dengan dua kasus yang melibatkan Google dan satu kasus mengenai dana kuota internet selama pandemi Covid-19. Nadiem tiba di Gedung KPK sekitar pukul 09.17 WIB, menggunakan mobil Toyota Innova hitam disertai pengacara Hotman Paris Hutapea.

Nadiem Makarim, yang dikenal sebagai pendiri Gojek, sebuah perusahaan ride-hailing yang kini telah bergabung dengan Tokopedia, tampil tenang saat hadir di KPK. Gojek merupakan salah satu platform on-demand yang sukses di Asia Tenggara dan menjadi unicorn pertama di Indonesia.

Unicorn adalah istilah yang digunakan untuk menyebut startup yang belum go public dan memiliki nilai valuasi mencapai USD 1 miliar atau lebih. Gojek kemudian melampaui batas tersebut dan menjadi Decacorn, yang berarti perusahaan rintisan dengan nilai lebih dari USD 10 miliar.

Nadiem Makarim juga mendapatkan pengakuan internasional dengan masuk dalam daftar Bloomberg 50 Most Influential pada tahun 2018, berkat pencapaiannya di Gojek. Selain itu, dia juga pernah terdaftar dalam Fortune Indonesia 40 Under 40, yang mencakup tokoh-tokoh muda berpengaruh di Indonesia yang dipilih dari berbagai latar belakang dan dinilai mampu menjadi agen perubahan.

Dari Gojek, Menteri, sampai Saksi KPK

Jejak Langkah Nadiem Makarim: Pendiri Startup Decacorn yang Kini Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook
Nadiem Anwar Makarim hadir memenuhi panggilan tim penyidik Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (7/8/2025). (merdeka.com/Arie Basuki) © 2025 Liputan6.com

Nadiem Anwar Makarim, yang lahir di Singapura pada 4 Juli 1984, merupakan sosok yang dikenal sebagai pendiri Gojek, sebuah startup besar yang telah meraih kesuksesan luar biasa. Setelah merintis Gojek dari awal hingga menjadi unicorn pertama di Indonesia, dia kemudian mendapatkan kepercayaan untuk menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Kariernya yang penuh dinamika kini terlibat dalam sorotan publik setelah pemanggilan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi.

Pendidikan Nadiem dimulai di Amerika Serikat, di mana dia menempuh ilmu yang membawanya untuk berinovasi di dunia startup. Kesuksesannya dalam membangun Gojek mengantarkannya ke dalam panggung politik sebagai salah satu menteri termuda di Kabinet Indonesia Maju.

Namun, baru-baru ini, namanya kembali menjadi perbincangan hangat seiring dengan penyelidikan KPK hingga ditetapkan tersangka oleh Kejagung.

Alumni dari Harvard

Jejak Langkah Nadiem Makarim: Pendiri Startup Decacorn yang Kini Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook
Nadiem Anwar Makarim hadir memenuhi panggilan tim penyidik Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (7/8/2025). (merdeka.com/Arie Basuki) © 2025 Liputan6.com

Nadiem Makarim menyelesaikan pendidikan tinggi di Amerika Serikat, yang menjadi dasar penting dalam perjalanan kariernya. Setelah menuntaskan pendidikan SMA di Singapura, ia melanjutkan studi di Brown University dengan mengambil jurusan Hubungan Internasional.

Nadiem berhasil meraih gelar sarjana dari Brown University pada tahun 2006. Namun, ia tidak berhenti sampai di situ; ia melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Selanjutnya, Nadiem melanjutkan studinya di Harvard Business School, yang merupakan bagian dari Harvard University di Boston, Amerika Serikat.

Dari institusi tersebut, dia berhasil memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA). Pendidikan yang ia jalani ini memberikan bekal keahlian bisnis yang sangat penting bagi kariernya di masa depan.

Mendirikan Gojek dan Mencapai Status Unicorn

Jejak Langkah Nadiem Makarim: Pendiri Startup Decacorn yang Kini Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook
Nadiem Anwar Makarim hadir memenuhi panggilan tim penyidik Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (7/8/2025). (merdeka.com/Arie Basuki) © 2025 Liputan6.com

Setelah menyelesaikan pendidikan di luar negeri, Nadiem Makarim kembali ke tanah air dan mendirikan Gojek pada tahun 2010. Pada awalnya, Gojek merupakan sebuah startup kecil dengan jumlah pengemudi yang terbatas, hanya sekitar 20 orang.

Transformasi besar terjadi pada tahun 2015 ketika Gojek meluncurkan aplikasi seluler. Peluncuran aplikasi ini tidak hanya mempermudah proses pemesanan layanan, tetapi juga membuka kesempatan bagi Gojek untuk menjelajahi berbagai lini bisnis lainnya.

Dalam waktu enam tahun setelah pendiriannya, Gojek berhasil mencetak sejarah sebagai startup unicorn pertama di Indonesia. Predikat unicorn tersebut diberikan karena nilai valuasi Gojek telah melampaui angka USD1 miliar, yang setara dengan sekitar Rp14,3 triliun pada saat itu, menunjukkan potensi besar ekonomi digital di Indonesia.

Di tahun 2018, estimasi nilai valuasi Gojek bahkan mencapai USD5 miliar atau sekitar Rp71,8 triliun. Keberhasilan Gojek tidak terlepas dari dukungan investor besar seperti KKR & Co., Warburg Pincus LLC, Sequoia Capital, DST Global, Tencent, dan JD.com, yang telah memberikan suntikan dana yang signifikan.

Dilantik Sebagai Menteri oleh Presiden Joko Widodo

Jejak Langkah Nadiem Makarim: Pendiri Startup Decacorn yang Kini Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook
Nadiem Anwar Makarim hadir memenuhi panggilan tim penyidik Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (7/8/2025). (merdeka.com/Arie Basuki) © 2025 Liputan6.com

Puncak perjalanan Nadiem Makarim di dunia publik dimulai saat ia diangkat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dalam Kabinet Indonesia Maju. Pelantikan tersebut dilaksanakan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 23 Oktober 2019 di Istana Negara, yang mengejutkan banyak kalangan.

Sebelum menjabat sebagai menteri, Nadiem mengambil langkah signifikan dengan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO Gojek. Tindakan ini mencerminkan dedikasinya untuk memberikan perhatian penuh pada tanggung jawab barunya di pemerintahan.

Pada usia 35 tahun, Nadiem tercatat sebagai salah satu menteri termuda dalam kabinet Jokowi. Penunjukan ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi baginya, tetapi juga melambangkan kepercayaan pemerintah terhadap kemampuan generasi muda untuk memimpin transformasi dalam sektor pendidikan. Dengan posisi barunya, Nadiem diharapkan dapat menghadirkan inovasi dan perbaikan yang signifikan dalam sistem pendidikan di Indonesia.

Rekomendasi