Presiden Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan rencana untuk menggandakan tarif impor baja ke Amerika Serikat menjadi 50 persen, dari sebelumnya 25 persen.
Pengumuman ini disampaikan saat kunjungannya ke fasilitas US Steel di West Mifflin, Pennsylvania, di mana di hadapan para pekerja perusahaan tersebut yang menyambutnya dengan tepuk tangan pada Jumat (30/5).
"Kami akan mengenakan kenaikan sebesar 25 persen," kata Trump dilansir CNN.com di Jakarta, Sabtu (31/5).
Trump menyebut kebijakan ini sebagai langkah untuk melindungi industri baja dalam negeri dan pekerja Amerika. Dia mengklaim industri baja Amerika Serikat akan gulung tikar jika dia tidak bertindak untuk mengenakan tarif lebih tinggi.
"Kami akan menaikkan tarif baja dari 25 persen menjadi 50 persen untuk memastikan industri ini tetap aman. Tidak akan ada yang bisa menghindari aturan ini," tegasnya.
Dia menambahkan bahwa awalnya mempertimbangkan tarif 40 persen. Akan tetapi, para pelaku industri mengusulkan angka yang lebih tinggi.
“Pada tarif 25 persen masih ada celah. Tapi dengan 50 persen, itu tidak mungkin,” katanya.
Advertisement
Selamatkan Industri Baja Dalam Negeri
Sebelumnya, Trump telah memberlakukan kebijakan tarif sebesar 25 persen pada 12 Maret 2025 terhadap semua impor baja dan aluminium, yang memicu tanggapan balasan dari Kanada dan kritik dari industri otomotif dalam negeri. Uni Eropa juga mengutuk kebijakan ini dan sempat merencanakan tindakan balasan sebelum akhirnya dibatalkan.
Trump membela kebijakan tarifnya dengan menyatakan bahwa langkah ini menyelamatkan industri baja Amerika dari kehancuran. Menurutnya, tanpa tarif, produksi baja akan berpindah ke luar negeri dan pabrik-pabrik dalam negeri akan ditutup.
Meskipun kebijakan ini memang memberi keuntungan sementara bagi produsen baja domestik, ada kekhawatiran bahwa kenaikan tarif dapat meningkatkan biaya bahan baku penting bagi sektor konstruksi dan manufaktur, yang juga menjadi prioritas Trump.
Advertisement
Harga Baja Lokal di AS Bakal Naik
Sejak tarif 25 persen diumumkan, harga baja lokal naik karena produsen dalam negeri menghadapi sedikit kompetisi dari luar negeri.
Kebijakan tarif baja pertama kali diberlakukan Trump pada 2018, yang sempat mendorong kenaikan produksi, tetapi juga menyebabkan kenaikan harga untuk berbagai produk seperti mobil dan mesin.
Laporan Komisi Perdagangan Internasional tahun 2023 mencatat bahwa kebijakan tersebut mengurangi output industri baja sebesar lebih dari USD3 miliar pada 2021, menunjukkan bahwa kerugiannya mungkin melebihi manfaatnya.
Menurut data Departemen Perdagangan AS, pada tahun lalu Amerika mengimpor besi dan baja senilai USD 31,3 miliar. Kanada menjadi pemasok utama dengan nilai ekspor ke AS mencapai USD 7,6 miliar.