Legislator Soroti Nasib Korban Gempa NTT yang Masih Bertahan di Tenda

Komisi VIII mendesak percepatan pembangunan huntara bagi korban gempa NTT. Musim hujan kian dekat, warga masih tinggal di tenda. Ini seruan Ina Ammania.

Jonathan Pandapotan Purba
Legislator Soroti Nasib Korban Gempa NTT yang Masih Bertahan di Tenda
Tim penyelamat mencari korban di reruntuhan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores di Pelabuhan Laurensius Say di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. (AFP/ Arnold Welianto)

Anggota Komisi VIII Fraksi PDI Perjuangan, Ina Ammania, mendesak pemerintah mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak gempa Flores. Menurut dia, pembangunan huntara tidak boleh terus ditunda mengingat masih ada warga yang bertahan di tenda mandiri dalam kondisi tidak layak.

Sebagian warga di wilayah Manggarai dan Manggarai Barat masih tinggal di tenda dengan keterbatasan air bersih dan fasilitas dasar.

"Kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, terlebih musim hujan November–Desember semakin dekat. Bagi korban gempa, tinggal berbulan-bulan di tenda bukan lagi keadaan darurat yang bisa ditoleransi," ujar Ina, Selasa (6/10).

"Ini sudah menyangkut keselamatan dan martabat warga negara. Pemerintah harus bergerak sekarang, bukan setelah hujan datang dan bencana baru terjadi lagi," imbuh dia.

Ina menilai proses verifikasi dan validasi kerusakan rumah tidak boleh menjadi hambatan administratif yang membuat masyarakat semakin lama berada dalam kondisi pengungsian. Dia mengakui akurasi data tetap diperlukan, tetapi proses pendataan harus dilakukan secara cepat dan transparan sehingga masyarakat dapat mengetahui statusnya.

“Jangan sampai warga menjadi korban dua kali: Pertama kehilangan rumah karena gempa, kedua kehilangan kepastian karena proses birokrasi yang lamban. Verifikasi data harus menjadi jalan keluar, bukan alasan untuk menunda hak warga mendapatkan hunian yang layak," jelas dia.

Dia juga meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah memastikan koordinasi berjalan efektif serta kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa transisi.

"Air bersih, sanitasi, layanan kesehatan, dan pendidikan anak tidak boleh diperlakukan sebagai kebutuhan sekunder," minta Ina.

Menurut Ina, musim hujan bukan sesuatu yang datang tanpa peringatan. Pemerintah masih memiliki waktu untuk melakukan mitigasi dan memastikan warga yang masih tinggal di tenda tidak kembali menghadapi risiko kesehatan dan keselamatan.

“Kita tidak boleh menunggu hujan turun untuk kemudian sibuk menghitung kerusakan. Risiko sudah terlihat di depan mata. Pemerintah harus hadir sebelum keadaan darurat berubah menjadi bencana dia menandasi.”

Rekomendasi