Bantuan Rp18 Miliar dari Arab Saudi Mendarat di Pengungsian NTT

BAZNAS dan KSrelief menyalurkan bantuan logistik senilai Rp18 miliar berupa 30 ribu paket kebutuhan dasar untuk penyintas gempa di NTT.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra- Reporter
Bantuan Rp18 Miliar dari Arab Saudi Mendarat di Pengungsian NTT
Bantuan Rp18 Miliar dari Arab Saudi Mendarat di Pengungsian NTT

Hambatan penerbangan hingga penutupan Bandara Riyadh akibat situasi sulit di Arab Saudi tak menyurutkan niat kemanusiaan untuk warga Nusa Tenggara Timur (NTT). Lewat perjuangan mencari rute alternatif, perwakilan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSrelief) akhirnya tiba di lokasi bencana bersama BAZNAS RI untuk menyalurkan bantuan senilai Rp18 miliar bagi penyintas gempa.

Kehadiran bantuan berupa 15.000 paket sembako dan 15.000 paket kebutuhan kesehatan pribadi tersebut menjadi angin segar dalam mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak.

Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si.,mengapresiasi tinggi komitmen solidaritas lintas negara yang tetap terlaksana di tengah situasi darurat tersebut.

"BAZNAS bersama KSrelief membagikan 15.000 paket sembako dan 15.000 paket kebutuhan kesehatan pribadi, dengan nilai bantuan sekitar Rp18 miliar. Kami mengucapkan terima kasih atas nama masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat yang terdampak gempa di NTT, kepada King Salman yang telah memberikan perhatian dan kepedulian kepada masyarakat kami," ujar Idy saat mendampingi penyaluran bantuan di Posko Pengungsian Waso Kampung Sori,Desa Satar Kampas, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, NTT, dikutip keterangannya, Sabtu (7/11/2026).

Dukungan bagi warga NTT tak berhenti pada kebutuhan logistik mendesak. BAZNAS RI dan KSrelief telah merancang skema bantuan tahap kedua yang berfokus pada pemulihan jangka panjang, meliputi pembangunan hunian sementara (huntara), fasilitas kesehatan, hingga sanitasi (MCK).

Program Beasiswa Pendidikan

Di samping itu, BAZNAS juga mengalokasikan perhatian khusus untuk keberlanjutan masa depan generasi muda daerah terdampak melalui program beasiswa pendidikan. Bantuan senilai Rp3 juta per orang disiapkan bagi 3.000 mahasiswa perantauan asal NTT. 

Idy pun memberi penguatan moral kepada para korban di pengungsian agar tetap optimistis menatap masa depan di tengah ujian bencana.

"Kepada para penyintas, kami menyampaikan bahwa BAZNAS akan membantu semampunya dan kami juga mengapresiasi adanya bantuan, termasuk dari KSrelief dan berbagai pihak lainnya. Kami berharap para penyintas tetap bersabar dalam menghadapi kondisi ini, insyaallah bantuan akan terus datang dan semoga dapat membantu meringankan beban masyarakat," tutupnya.

Rekomendasi