Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, menyatakan keyakinannya mampu memberikan gaji sebesar Rp10 juta per kepala keluarga di Jakarta jika dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hal itu menurutnya bisa dilakukan dengan memanfaatkan besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta.
Pernyataan tersebut menuai tanggapan dari kalangan ekonom, salah satunya dari Head of Macroeconomics and Market Research Permata Bank Faisal Rachman.
Faisal menyatakan, kenaikan gaji hingga Rp10 juta tersebut sah-sah saja untuk dilakukan. Dengan catatan, kenaikan gaji tinggi tersebut harus diimbangi dengan kenaikan produktivitas tenaga kerja.
"Kalau dari sisi kami melihatnya bahwa, kenaikan gaji harus dibarengi dengan produktivitas. Selama produktivitasnya bisa naik lebih tinggi dari pada kenaikan gaji, itu memang tidak jadi masalah," tegas Faisal kepada awak media usai mengisi acara PIER Quartal I 2025 Economic Review di Menara World Trade Center II, Jakarta, Rabu (14/5).
Dia mempertanyakan program apa yang hendak di usung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk memberikan gaji Rp10 juta per bulan kepada warga Jakarta. Dia menyebut bahwa kunci untuk meningkatkan gaji warga Jakarta ialah dengan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
"Jadi memang yang harus ditanyakan adalah, kenaikan gaji itu programnya apa?. Kalau memang program atau kebijakan bisa mengacelerate growth, ada kenaikan gaji, ya nggak apa-apa. Seperti itu," bebernya.
Selain itu, Faisal menekankan keinginan Dedi Mulyadi untuk memberikan gaji Rp10 juta per bulan bagi warga Jakarta harus melihat realitas kondisi ekonomi di lapangan. Dia menekankan bahwa berbagai macam persoalan ekonomi yang ada lapangan dapat diselesaikan dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
"Tetapi kalau memang bisa memberikan keyakinan bahwa, memang kebijakannya itu dapat mengacelerate growth lebih tinggi daripada kenaikan gajinya, itu memang tidak jadi masalah," tandasnya.
Advertisement
Koar-Koar Dedi Mulyadi Bisa Gaji Warga Jakarta Rp10 Juta
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi lagi-lagi jadi perbincangan publik. Setelah mengirimkan anak nakal ke barak militer, kini dia koar-koar mengaku sanggup memberikan gaji Rp10 juta per bulan untuk warga Jakarta jika menjabat Gubernur Jakarta.
Menurut Dedi Mulyadi, besarnya APBD Jakarta memungkinkan Pemprov Jakarta memberikan gaji yang jauh lebih layak kepada warganya. Pernyataan kontroversial ini disampaikan pada Selasa (6/5) di acara Musyawarah Nasional Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI) di Bandung.
"Kalau di Jakarta itu dari Rp10 juta, ada dua juta kepala keluarga. Itu orang Jakarta bisa digaji per kepala keluarga Rp10 juta, karena Rp10 juta di kali dua juta hanya Rp20 triliun, kalau saya gubernurnya, saya bagi," kata Dedi.
Sayangnya pernyataan tersebut langsung direspons Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim alias Chico Hakim. Chico menilai Dedi Mulyadi terlalu bersemangat sehingga salah hitung.