PT Pertamina Gas (Pertagas), melalui wilayah kerjanya Operation Rokan Area (ORA), aktif mendukung kemandirian masyarakat di Provinsi Riau. Inisiatif ini diwujudkan melalui berbagai Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan, fokus pada pengembangan potensi ekonomi lokal.
Program tersebut mencakup budidaya lebah madu trigona hingga pengembangan ikan keramba jaring apung, yang secara langsung memberdayakan komunitas setempat. Langkah strategis ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Sulthani Adil Mangatur, Corporate Secretary PT Pertamina Gas, menjelaskan bahwa program TJSL Pertagas disesuaikan dengan kebutuhan prioritas wilayah. Penyesuaian ini memastikan manfaat yang luas dan mendorong masyarakat untuk mandiri secara ekonomi, seperti yang disampaikannya di Jakarta pada Sabtu (13/9).
Advertisement
Advertisement
Pengembangan Budidaya Madu Trigona dan Lingkungan Hutan
Pertagas memfokuskan pengembangan budidaya madu trigona di kawasan Hutan Kandis, Kabupaten Siak. Perusahaan ini menjalin kemitraan dengan Kelompok Petani Lestari untuk mengembangkan budidaya madu trigona, yang telah menjadi produk unggulan masyarakat setempat.
Dukungan Pertagas tidak hanya berhenti pada pembinaan kelompok petani, tetapi juga mencakup penataan kawasan hutan. Sebanyak 1.350 bibit pohon bunga dan buah ditanam untuk menyediakan nektar, sumber makanan utama bagi lebah, guna memastikan produksi madu berkualitas secara berkelanjutan.
Inisiatif ini juga melibatkan murid Sekolah Dasar Kandis dalam setiap panen madu, bertujuan menumbuhkan rasa cinta lingkungan sejak dini. Pertagas turut menyediakan pupuk serta perlindungan lot madu untuk meningkatkan produktivitas, memastikan keberlanjutan hasil panen.
Advertisement
Sulthani menegaskan, "Hasilnya kelompok masyarakat mampu memperoleh tambahan penghasilan dari madu trigona, sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan hutan.” Langkah selanjutnya, Pertagas akan memfasilitasi perizinan BPOM dan sertifikasi halal untuk meningkatkan nilai jual serta kepercayaan konsumen terhadap produk madu tersebut.
Advertisement
Dukungan untuk Budidaya Ikan dan Konservasi Lingkungan
Selain madu, Program TJSL Pertagas juga mendukung pengembangan budidaya ikan keramba jaring apung. Program ini merupakan bagian dari upaya diversifikasi ekonomi masyarakat yang didukung oleh Pertagas, meskipun detail lokasinya tidak disebutkan secara spesifik dalam konteks ini.
Komitmen Pertagas terhadap lingkungan juga terlihat dari upaya penghijauan di Hutan Adat Kesumbo Ampai, Bengkalis. Bersama Suku Sakai Bekalar, Pertagas menanam 1.000 pohon sebagai langkah pengurangan emisi karbon dan penguatan harmoni lingkungan.
Penanaman pohon ini sejalan dengan Asta Cita kedelapan yang menekankan harmoni lingkungan, budaya, dan toleransi. Inisiatif ini menunjukkan peran aktif Pertagas dalam menjaga kelestarian alam sekaligus menghormati kearifan lokal di wilayah Riau.
Advertisement
Advertisement
Inisiatif Sosial dan Kesehatan Komunitas
Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Pertagas di Provinsi Riau mencakup berbagai bidang, tidak hanya ekonomi dan lingkungan. Perusahaan ini juga aktif dalam bidang kesehatan dan sosial, memberikan dukungan komprehensif kepada komunitas.
Dalam bidang kesehatan, Pertagas melaksanakan program pencegahan stunting, pemberian makanan bergizi, edukasi kesehatan, pemeriksaan medis, serta dukungan nutrisi. Upaya ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan di wilayah operasi.
Di bidang sosial, Pertagas berkontribusi pada keberlangsungan rumah ibadah, seperti pembangunan fasilitas tempat wudhu dan toilet di Masjid An-Nur, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Dumai Selatan. Dukungan ini menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap fasilitas publik dan kebutuhan spiritual masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Dampak Luas Program TJSL Pertagas
Sepanjang tahun ini, Program TJSL Pertagas telah memberikan manfaat signifikan bagi lebih dari 496 ribu jiwa masyarakat di wilayah operasi. Penerima manfaat mencakup masyarakat adat, kelompok ibu dan anak, serta komunitas lokal yang tinggal di area bufferzone perusahaan.
Wilayah operasi Pertagas ORA sangat strategis, dengan jaringan pipa sepanjang 343 kilometer yang menyalurkan minyak bumi melewati lima kabupaten di Riau: Bengkalis, Dumai, Kampar, Siak, dan Rokan Hilir. Minyak bumi ini disalurkan kepada tujuh perusahaan pelanggan di berbagai lokasi.
Kehadiran operasi Pertagas tidak lepas dari dukungan masyarakat sekitar, yang kemudian menjadi bagian penting dalam perancangan dan pelaksanaan Program TJSL perusahaan. Kemitraan strategis dengan tokoh dan kelompok masyarakat terus dibangun untuk keberlanjutan program.
Advertisement
Melalui pendekatan yang holistik, Pertagas terus berkomitmen untuk membangun kemandirian masyarakat. Program-program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan menjaga kelestarian lingkungan di Provinsi Riau.
Sumber: AntaraNews