Trump Klaim Kebijakan Tarif Tambah Kas Negara AS dan Turunkan Harga Barang: Janji Ditepati!

Pada 2 April, Trump menandatangani dekrit yang memberlakukan tarif timbal balik atas impor dari negara-negara lain.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Trump Klaim Kebijakan Tarif Tambah Kas Negara AS dan Turunkan Harga Barang: Janji Ditepati!
Trump Klaim Kebijakan Tarif Tambah Kas Negara AS dan Turunkan Harga Barang: Janji Ditepati! (Merdeka.com)

Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa tarif baru yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) membawa pemasukan dalam jumlah rekor ke kas negara dan membantu menurunkan inflasi serta harga hampir semua produk.

"Amerika Serikat menerima pemasukan ekspor dari tarif, dengan harga hampir semua produk menurun, termasuk bensin, bahan makanan, dan hampir segala hal lainnya. Begitu juga dengan inflasi yang turun. Janji ditepati!” kata Trump di Truth Social.

Pada 2 April, Trump menandatangani dekrit yang memberlakukan tarif timbal balik atas impor dari negara-negara lain.

Tarif dasar ditetapkan sebesar 10 persen, sementara untuk 57 negara diberlakukan tarif yang lebih tinggi, tergantung pada defisit perdagangan AS dengan negara terkait.

Pada 9 April 2025, Trump menyatakan bahwa tarif dasar sebesar 10 persen akan diberlakukan selama 90 hari terhadap lebih dari 75 negara yang belum membalas dan telah meminta negosiasi, kecuali China.

Pada Minggu, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Kevin Hassett mengatakan bahwa pembicaraan perdagangan sedang berlangsung dengan 130 negara.

Tarif AS terhadap barang-barang China kini mencapai 145 persen, sementara tarif China terhadap impor dari AS telah mencapai 125 persen.

Niat Terselubung Kebijakan Tarif Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (15/4) menyebut bahwa salah satu tujuan penerapan tarif impor sejumlah negara adalah untuk menambah pendapatan negaranya. Bahkan, Trump setuju dengan pernyataan bahwa pendapatan yang diperoleh dari kebijakan tarif dapat menggantikan pajak penghasilan.

"Ada kemungkinan bahwa uang yang dihasilkan dari tarif sangat besar sehingga itu bisa menggantikan (pajak penghasilan)," kata Trump dikutip dari Fox News saat ditanya apakah pendapatan dari kebijakan tarif akan menggantikan pajak penghasilan.

Trump menjelaskan dari sekitar tahun 1870-1913 tarif adalah satu-satunya bentuk uang. "Dan saat itulah negara kami relatif paling kaya. Kami yang terkaya," ucapnya.

Pada Februari, Trump mengatakan bahwa AS bisa meninggalkan praktek pajak penghasilan berkat pengenalan tarif baru pada produk-produk impor. 

Sebelumnya pada 2 April, Presiden AS itu mengumumkan kebijakan tarif timbal balik pada produk impor dari negara lain. Tarif dasar ditetapkan sebesar 10 persen, tetapi untuk masing-masing negara tarif tersebut disesuaikan dan jumlahnya separuh dari tarif yang dibebankan kepada perusahaan yang mengimpor produk AS. 

Kemudian pada 9 April, Trump sepakat menunda pemberlakuan tarif selama 90 hari ke depan bagi semua negara kecuali, China, dan menurunkan tarif menjadi 10 persen untuk kemungkinan negosiasi.

Rekomendasi