Komando Rayon Militer (Koramil) 02/Simpang Empat, Komando Distrik Militer 0305 Pasaman, Sumatera Barat, baru-baru ini menggelar inisiatif penting bagi masyarakat. Bersama Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat, mereka menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang sangat dinantikan. Kegiatan ini berfokus pada penyaluran beras kepada warga dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.
Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan di Nagari Tandikek, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, pada hari Sabtu. Inisiatif ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi komoditas utama yang ditawarkan dalam program ini.
Danramil 02/Simpang Empat, Kapten Inf Lilik Surianto, menjelaskan bahwa beras SPHP dijual seharga Rp63.000 per lima kilogram, sementara harga pasar mencapai Rp67.000 untuk jumlah yang sama. Perbedaan harga ini memberikan keuntungan signifikan bagi warga yang membutuhkan. Kegiatan ini menunjukkan sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah untuk Ketersediaan Pangan
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini tidak hanya melibatkan Koramil dan Dinas Ketahanan Pangan, tetapi juga didukung penuh oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa). Keterlibatan Babinsa memastikan proses penyaluran beras berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran kepada masyarakat. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjamin ketersediaan pangan yang merata.
Kapten Inf Lilik Surianto menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting karena memberikan kemudahan akses bagi warga untuk mendapatkan kebutuhan pokok. Selain itu, GPM juga berperan vital dalam menjaga kestabilan harga pangan di tengah masyarakat, mencegah lonjakan harga yang tidak terkendali. Pada kesempatan yang sama, diadakan pula sesi zoom meeting untuk memperluas informasi mengenai Gerakan Pangan Murah ini.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat turut berkontribusi besar dalam program ini dengan menurunkan sekitar dua ton beras untuk disalurkan. Jumlah ini menunjukkan skala dan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung inisiatif ketahanan pangan. Upaya kolaboratif ini menjadi contoh nyata bagaimana berbagai pihak dapat bersatu demi kesejahteraan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Antusiasme Warga dan Pemantauan Harga Pangan
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat, Ekadiana Oktavia, menjelaskan bahwa gelar pangan murah ini merupakan upaya konkret pemerintah dalam menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan. Inisiatif semacam ini sangat krusial untuk memastikan masyarakat memiliki akses terhadap bahan pangan pokok dengan harga yang wajar. Hal ini juga membantu mengendalikan inflasi di tingkat lokal.
Untuk dapat mengikuti Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat hanya perlu membawa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai syarat administrasi. Proses yang sederhana ini dirancang untuk memudahkan warga dalam memperoleh beras murah. Kemudahan akses ini menjadi salah satu faktor utama tingginya partisipasi masyarakat.
Kegiatan GPM ini mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat, terbukti dari antusiasme warga yang datang untuk memperoleh beras dengan harga terjangkau. Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat, bersama pihak TNI dan Kepolisian, terus memantau ketersediaan pangan di wilayah tersebut. Hingga saat ini, ketersediaan pangan di Pasaman Barat masih terpenuhi dengan baik dan belum ada kendala signifikan yang dilaporkan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews