Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi meminta kepada seluruh pengelola dompet digital (e-wallet) di Indonesia agar berhenti memfasilitasi transaksi yang berhubungan dengan platform judi online.
Budi menegaskan, e-wallet seharusnya tidak digunakan untuk mendukung aktivitas ilegal seperti judi online.
"Jangan difasilitasi platform yang dimiliki oleh teman-teman. E-Wallet itu jangan digunakan untuk tindakan-tindakan ilegal khususnya judi online," kata Budi dalam acara Jokowi Legasi 2014-2024, Jakarta, Jumat (11/10).
Budi Arie menuturkan beberapa platform fintech di Indonesia telah menunjukkan perhatian serius dalam membantu pemerintah memberantas judi online. Menurutnya, para pengelola e-wallet sudah memiliki komitmen untuk tidak mendukung aktivitas ilegal tersebut.
"Mereka punya komitmen. Teman-teman platform atau fintech Indonesia ini sangat concern terhadap pemberatasan judi online," jelas Budi.
Namun demikian, Menkominfo juga menyebutkan meskipun ada pengelola e-wallet yang terbukti memfasilitasi transaksi untuk judi online, mereka hanya akan diberikan peringatan terlebih dahulu.
Peringatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat pengawasan dan mencegah penyalahgunaan e-wallet dalam mendukung aktivitas ilegal.
"Enggak, mereka cuma dikasih peringatan," tambahnya.
Advertisement
Temuan PPATK
Perlu diketahui, menurut data dari PPATK yang diterima Kementerian Kominfo, ada lima perusahaan e-wallet yang dimanfaatkan pelaku judi online. Nilai transaksi di 5 dompet digital tersebut mencapai triliunan rupiah.
Lima perusahaan e-wallet tersebut adalah PT Espay Debit Indonesia Koe (DANA), PT Visionet Internasional (OVO), PT Dompet Anak Bangsa (GoPay), PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja), serta PT Airpay International Indonesia (ShopeePay).
“E-wallet Espay nilai transaksinya paling tinggi, sekitar Rp5,4 triliun dengan 5,7 juta transaksi yang terkait judi online, “ pungkas Budi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8309992/original/012570300_1783402559-1728702560322-vtvp5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3352151/original/051235700_1610959710-20210118-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383272/original/039455500_1793077710-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_11.01.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383197/original/016497100_1793074166-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_10.34.49__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2223008/original/010261700_1526974987-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382755/original/057350700_1793008181-email-attachment_2026_10_26_immanuel-christian_tetap-hormati-kontrak-gas-bahlil-sebut-indonesia-terlalu-baik_IMG_8353.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382540/original/031264100_1792999874-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_13.58.13__1_.jpeg)