Pewarta Foto Indonesia (PFI) mengingatkan masyarakat dan para pembuat konten agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda. Imbauan ini disampaikan saat proses pencarian masih berlangsung dan keluarga para jurnalis menunggu kabar resmi.
Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, menilai penyebaran kabar yang tidak jelas sumbernya berpotensi menimbulkan keresahan, terutama bagi keluarga. Ia juga mendorong dukungan moral serta doa untuk para jurnalis dan kru kapal yang masih dalam upaya pencarian.
"Kami juga mengimbau kepada para pembuat konten-konten yang tidak bertanggung jawab mohon dikurangi, dan kepada masyarakat Indonesia yang tidak selalu membuat pemberitaan yang tidak terverifikasi," kata Dwi Pambudo dalam kegiatan doa bersama diselenggarakan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (11/9).
Advertisement
Doa Bersama untuk Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
PFI menggelar doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9/2026), saat mereka melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Dwi menyebut doa bersama menjadi bentuk dukungan moral bagi rekan-rekan jurnalis yang masih dicari dan untuk keluarga yang menanti kepastian kabar. "Malam ini doa bersama dari Pewarta Foto Indonesia untuk kawan-kawan kami yang meliput di Gunung Anak Krakatau. Harapannya, semoga kawan-kawan kami selamat, sehat, dan kembali ke keluarga," kata Dwi.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah perwakilan keluarga dan insan pers dari berbagai media massa. PFI juga melakukan pendampingan kepada keluarga melalui perwakilan organisasi serta perusahaan media masing-masing.
Ia kembali meminta dukungan moral dari seluruh insan pers dan masyarakat, seraya mengingatkan agar tidak memperkeruh situasi dengan menyebarkan informasi yang belum memiliki kepastian sumber. "Kami mengharapkan bantuan dari semua insan pers. Mohon nilai-nilai kemanusiaan kita kedepankan dan hindari membahas hal-hal yang tidak penting. Kami membutuhkan doa, dukungan moral, dan optimisme," ujar Dwi.
Selain itu, apresiasi disampaikan kepada tim gabungan Basarnas, Polri, TNI, serta pemerintah pusat dan daerah yang terlibat dalam operasi pencarian. Menurutnya, proses ini diharapkan memberi titik terang sekaligus menjadi pembelajaran untuk memperkuat edukasi dan mitigasi kebencanaan, termasuk bagi jurnalis yang bertugas di wilayah berisiko.
PFI juga mendorong kolaborasi antara insan pers, pemerintah, dan berbagai lembaga guna meningkatkan pemahaman mengenai keselamatan jurnalis saat peliputan di kawasan rawan bencana. "Kami juga berterima kasih kepada semua tim gabungan melalui Basarnas, Polri, dan TNI, beserta pemerintah provinsi dan pemerintah pusat yang selama ini telah mengembangkan pencarian teman-teman kami, dan semoga ada titik terang," tandas dia.