Mahasiswa Brawijaya Lompat dari Lantai 6 Punya IPK 3,8

Pihak kampus memastikan mahasiswa tersebut tidak bermasalah terkait urusan akademik.

Erwin yohanes
Oleh Erwin yohanes - Reporter
Mahasiswa Brawijaya Lompat dari Lantai 6 Punya IPK 3,8
Universitas Brawijaya buka suara terkait mahasiswa lompat. (merdeka.com/erwin yohanes).

Indeks Prestasi Komulatif (IPK) Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) meloncat dari lantai 6 gedung A Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya ternyata 3,8. Pihak kampus memastikan mahasiswa tersebut tidak bermasalah terkait urusan akademik.

"Sehari-hari kondisinya baik, kuliahnya baik, kehadirannya, prestasinya baik, IP-nya baik. Bapak-ibu mungkin sudah tahu ya, IPK-nya itu 3,8. Jadi bukan anak yang kesulitan dalam belajar," kata Kepala Program Pendidikan S-1 Kedokteran, Universitas Brawijaya (UB) dr Hanif, Jumat (11/9).

Hanif menegaskan bahwa pihak Fakultas Kedokteran telah melakukan penelusuran terkait peristiwa tersebut sesuai kapasitas sebagai institusi pendidikan. Dari sisi perjalanan akademik, mahasiswa tersebut memiliki prestasi sangat baik.

Namun ditambahkan Hanif, di luar terkait pendidikan tidak menjadi wewenang atau bukan kapasitasnya untuk menyampaikan kepada publik.

"Kami optimis dalam hal pendidikan, akademik dan kemahasiswaan yang bersangkutan tidak ada masalah. Di luar itu, mohon maaf bukan kewenangan kami untuk menjelaskan. Kami berusaha menjaga privasi, baik dari yang bersangkutan maupun keluarga," ujar Hanif.

 

Universitas Brawijaya buka suara terkait mahasiswa lompat. (merdeka.com/erwin yohanes).
Universitas Brawijaya buka suara terkait mahasiswa lompat. (merdeka.com/erwin yohanes).

Pihak kampus juga melakukan penelusuran dari teman maupun rekan dekat mahasiswa tersebut, termasuk persoalan PK2MABA (Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru). Persoalan tersebut sempat menjadi pembicaraan di media sosial.

"Ada narasi-narasi mungkin temen-temen sudah tahu kemarin, dikaitkan dengan PK2MABA itu yang kami telusuri dan berita itu tidak benar. Jadi terkait PK2MABA baik universitas maupun fakultas itu tidak benar," kata dia.

Hanif menjelaskan, mahasiswa tersebut memang pada tahun lalu (saat mahasiswa baru) sempat tidak masuk saat PK2MABA. Tetapi itu sudah diganti dan sudah sudah dinyatakan lulus.

"Jadi bukan mengulang, tapi mengganti ketidakhadiran. Dan itu sudah clear dan sudah dinyatakan selesai dan yang bersangkutan dinyatakan lulus. Sudah tidak ada kaitan apapun dengan itu," kata dia.

 

Universitas Brawijaya buka suara terkait mahasiswa lompat. (merdeka.com/erwin yohanes).
Universitas Brawijaya buka suara terkait mahasiswa lompat. (merdeka.com/erwin yohanes).

Sebelumnya RR (19) Mahasiswa Semester 3 Jurusan Kedokteran UB meloncat dari kanopi di lantai 6 gedung A Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya.

Posisi gedung berhadapan dengan gedung Fakultas Kedokteran UB. Sekitar pukul 09.00 WIB, RR melompat dan seketika membuat lengan dan kakinya patah tulang.

"Telah dilakukan tindakan oleh tim dari RSSA dari berbagai dokter spesialis. Sudah dilakukan serangkaian operasi yang dibutuhkan, kemarin setelah operasi menjalani perawatan ICU. Kondisi secara umum stabil. Pihak keluarga juga sudah hadir," pungkasnya.

Rekomendasi