Upaya Tim SAR gabungan mencari lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di perairan Selat Sunda kembali menghadapi kendala. Saat tim bergerak menuju Pulau Sertung pada hari keempat operasi, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyelimuti kawasan tersebut sehingga menyulitkan pendekatan dari jarak dekat.
Abu dan asap tebal menutupi area pulau, sementara jarak pandang hanya sekitar 10 hingga 20 meter. Kondisi ini membatasi pergerakan kapal sekaligus menyulitkan petugas melakukan pemeriksaan visual di lokasi yang sebelumnya diduga berkaitan dengan jejak terakhir rombongan.
Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, yang memimpin pencarian menggunakan RIB 02 Bakauheni, menyebut tim sempat menuju titik yang diduga terkait posisi terakhir rombongan berdasarkan petunjuk foto.
"Untuk tim RIB 02 Bakauheni Lampung, yang diduga posisi saat pengambilan foto terakhir yang dikirim oleh istrinya, kami berada di sekitar posisi tersebut," kata Rezie dalam laporan langsung dari tengah laut, Jumat (11/9/2026).
Menurut dia, cuaca di perairan sekitar Krakatau tidak bersahabat. Kabut, asap, dan abu menghalangi pandangan tim yang bersiaga di perairan depan Sertung.
"Untuk sekitar Krakatau diselimuti oleh kabut dan asap. Kami akan menyisir di sekitar depan Sertung yang diduga mungkin atas laporan ada tanda-tanda. Kami usahakan terdekat," jelasnya.
Advertisement
Keluarga Minta Sertung Jadi Titik Utama
Pulau Sertung menjadi salah satu lokasi yang diminta keluarga delapan orang yang hilang untuk diperiksa secara intensif.
Desi Purnama, istri jurnalis ANTARA M. Bagus Khoirunnas, menyampaikan langsung permintaan agar kawasan Pulau Sertung menjadi fokus pencarian kepada petugas dan Gubernur Banten Andra Soni di Posko SAR Marina Carita, Pandeglang.
Permintaan tersebut berdasar petunjuk serta komunikasi terakhir yang menimbulkan dugaan rombongan sempat berencana menuju atau berada di sekitar Pulau Sertung.
Tim SAR kemudian menindaklanjuti dengan memperluas penyisiran di gugusan kepulauan Anak Krakatau.
Namun, harapan untuk memeriksa Sertung dari jarak dekat kembali terganjal kondisi alam yang tidak mendukung.
Advertisement
Pulau Sertung Terselimuti Abu Anak Krakatau
Dalam laporan berikutnya, Rezie menyebut tim berhasil mencapai perairan di depan Pulau Sertung. Seluruh area pulau tampak tertutup abu vulkanik sehingga pemantauan hanya bisa dilakukan dari jarak aman.
"Untuk posisi kami sudah berada di sekitaran perairan depan Pulau Sertung. Dengan kondisi, area pulau sudah tertutupi semua dengan abu vulkanik," tutur Rezie.
Hingga penyisiran dilakukan, belum ditemukan indikasi keberadaan kapal maupun rombongan yang hilang.
"Kita lihat tidak ada kecurigaan ataupun tanda-tanda kapal sendiri yang tenggelam. Semua area sudah tertutupi oleh abu vulkanik Anak Gunung Krakatau," ujarnya.
Jarak pandang yang hanya sekitar 10 hingga 20 meter membuat petugas tidak dapat mendekati pulau untuk memastikan kondisi di seluruh sektor.
"Kalau dari dekat akan kami videokan. Untuk penyisiran tanda-tanda masih nihil," kata Rezie.
Tim kemudian memutuskan untuk keluar dari kawasan Pulau Sertung dan melanjutkan pencarian ke sektor perairan lain di luar gugusan Krakatau.
"Setelah ini kami akan keluar area luar Pulau Krakatau dan melakukan penyisiran di luar Anak Gunung Krakatau serta Pulau Krakatau Besar," ujarnya.
Advertisement
Hari Keempat Operasi Masih Nihil
Hingga Jumat sore, pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda belum membuahkan hasil.
Tim SAR gabungan memperluas wilayah operasi melalui jalur laut dan darat. Pada hari keempat, area pencarian dibagi ke sejumlah sektor dengan cakupan mencapai 3.216 nautical mile persegi.
Selain armada laut, personel juga menyisir kawasan pesisir Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, melalui jalur darat.
Meski area pencarian diperluas hingga ke sekitar Pulau Sertung, keberadaan delapan orang yang hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) masih belum terdeteksi.
Operasi pencarian dijadwalkan dilanjutkan pada Sabtu (12/9/2026), dengan tantangan kondisi alam di sekitar Gunung Anak Krakatau yang masih aktif dan sulit diprediksi.