Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN, Darmawan Prasodjo mencatat rasio elektrifikasi Indonesia sampai semester I-2022 telah mencapai 97,4 persen. Untuk mencapai 100 persen, PLN masih terus berupaya mengaliri listrik ke wilayah Indonesia Timur dan wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).
Anggota Komisi VI DPR RI Intan Fauzi mendukung PT PLN (Persero) dalam memberikan akses listrik yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia. Salah satu bentuk dukungannya yaitu dengan restu DPR soal PMN yang didapat PLN untuk menerangi desa di pelosok negeri.
Menurut Anggota Dewan Fraksi PAN Dapil Jawa Barat VI ini, akses listrik yang merata ini mampu mendorong perekonomian warga dan mengentaskan kemiskinan. Dia menyebut, dengan akses listrik, masyarakat bisa bergerak dan menjadi tumpuan roda perekonomian nasional.
"Saya apresiasi langkah PLN dalam meningkatkan akses kelistrikan. PLN hadir melalui akses listrik sehingga ekonomi masyarakat bisa bergerak," tutur Intan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VI DPR RI.
Advertisement
Tekan Kesenjangan Ekonomi
Untuk itu, Intan mendorong PLN terus menyediakan akses listrik khususnya di desa terpencil demi menekan kesenjangan ekonomi antara warga desa dengan warga kota.
"Ini sebuah keharusan untuk memberikan akses listrik bagi seluruh warga tanpa terkecuali. Dengan terbangunnya infrastruktur kelistrikan akan ada pengembangan ekonomi," kata dia.
Pada PMN tahun depan, PLN akan memaksimalkan dana tersebut untuk mengejar target rasio desa berlistrik, terutama di wilayah Indonesia Timur yang saat ini rasio elektrifikasinya masih di bawah 90 persen.
Selain itu, PLN juga akan memfokuskan pembangunan akses listrik di wilayah perbatasan seperti di Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.