Harga Minyak Dunia Kembali Naik Dipicu Kebijakan AS Larang Impor Minyak Rusia

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei naik USD 4,77 atau 3,9 persen menjadi menetap di USD 127,98 per barel, setelah mencapai tertinggi sesi di USD 133,09 per barel.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Harga Minyak Dunia Kembali Naik Dipicu Kebijakan AS Larang Impor Minyak Rusia
Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Harga minyak dunia terpantau kembali naik 4 persen di akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Kenaikan harga terjadi karena Amerika Serikat melarang impor minyak Rusia dan Inggris. Keputusan ini diperkirakan akan lebih mengganggu pasar energi global karena Rusia pengekspor minyak mentah terbesar kedua.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei naik USD 4,77 atau 3,9 persen menjadi menetap di USD 127,98 per barel, setelah mencapai tertinggi sesi di USD 133,09 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS juga naik USD 4,30 atau 3,6 persen, menjadi ditutup di USD 123,70 per barel, setelah mencapai tertinggi sesi USD 129,40 per barel.

Harga minyak telah melonjak lebih dari 30 persen sejak Rusia menginvasi Ukraina. Selain itu, Amerika Serikat serta negara-negara lain memberlakukan serangkaian sanksi. Sanksi tersebut telah mengubah ekspor minyak dan gas Rusia bahkan sebelum larangan tersebut, karena para pedagang berusaha untuk menghindari pelanggaran sanksi di masa depan.

Presiden AS Joe Biden mengumumkan larangan impor minyak Rusia dan energi lainnya. Inggris mengatakan akan menghentikan impor minyak dan produk minyak Rusia pada akhir 2022, memberi pasar dan bisnis waktu untuk menemukan alternatif.

Padahal, Rusia mengirimkan 7 juta hingga 8 juta barel per hari minyak mentah dan bahan bakar ke pasar global.

"Amerika Serikat mengimpor sangat sedikit minyak dari Rusia, namun larangan itu adalah satu lagi sumber kehilangan pasokan," kata Matt Smith, analis minyak utama di Kpler.

"Ini hanya satu eskalasi lagi dalam serangkaian peristiwa yang telah mendorong harga minyak mentah dan produknya lebih tinggi," tambah Smith.

Harga Minyak Diprediksi Capai USD 200 per Barel

Larangan impor dapat mengirim harga minyak global hingga USD 200 per barel, kata analis di konsultan Rystad Energy yang berbasis di Oslo.

Sebelum larangan AS diumumkan, Goldman Sachs telah menaikkan perkiraan Brent untuk 2022 menjadi USD 135 dari USD 98 dan prospek 2023 menjadi USD 115 per barel dari USD 105 . “Ekonomi dunia dapat menghadapi kejutan pasokan energi terbesar yang pernah ada. karena peran kunci Rusia.”

"Seberapa tinggi harga minyak bisa naik? Pilih angka, ini pasar yang kacau," Mike Tran, analis di RBC Capital Markets, mengatakan dalam sebuah catatan pada Selasa (8/3) pagi.

Banyak pembeli sudah menghindari minyak Rusia. Shell PLC mengatakan akan menghentikan semua pembelian spot minyak mentah Rusia setelah menuai kritik atas pembelian yang dilakukan pada 4 Maret.

Beberapa pengamat pasar mengatakan, reli minyak sudah berlebihan, dan minyak mentah secara singkat menyerahkan sebagian besar kenaikan sekitar satu jam sebelum penyelesaian. Pedagang mengaitkan kemunduran itu dengan laporan tentang Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang tidak lagi mendesak untuk menjadi anggota NATO.

Rekomendasi