Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertama, Tanri Abeng mendukung penuh pembentukan Holding BUMN. Menurutnya, banyak keuntungan yang didapat dari kebijakan ini.
Dalam pandangan Tanri Abeng, dengan adanya holding, maka BUMN akan jauh lebih kuat dan mampu bersaing di pusaran perekonomian global. Bahkan holding bisa jadi jurus ampuh untuk jadi pemain besar di pasar global.
"Kalau kita mau besar di kancah global harus dengan holdingisasi ini. Memang banyak yang tidak setuju tapi kan kita harus membangun kekuatan. Kekuatan itu mengenai holdingisasi tadi itu," ungkapnya dalam acara 'Apresiasi Indonesia untuk BUMN 2017' di Crowne Plaza Jakarta, Kamis (30/11) malam.
Tanri Abeng yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina ini mengatakan, holding menjadi tempat BUMN bersinergi untuk maju dan berkembang.
"Katakan saja ya, BUMN-BUMN kalau sendiri-sendiri mati, tapi kalau dia bergabung dia mempunyai kekuatan terhadap pasar, terhadap lembaga keuangan, terhadap logistik," jelas dia.
Selain itu dengan bergabungnya beberapa BUMN dalam holding, Tanri Abeng yakin efisiensi dan penghematan dapat tercapai.
"Maka konsep saya itu holdingnisasi gitu dan juga efisiensi kan, coba diambil saja, 5 BUMN kalau satu BUMN 6 direksi kan 30 direksi. Tidak perlu 30 direksi kalau diholdingnisasi. Saya hanya perlu bayar 6 direksi dibanding 30 direksi kan 24 direksi saya tidak perlu biayai. Lalu kemudian tidak ada birokrasi, jadi pengambilan keputusannya cepat," tandasnya.