Generasi milenial Asia Tenggara yakin ekonomi cerah

Ini lantaran kawasan dihuni sebelas negara tersebut mengalami pertumbuhan kesejahteraan, percepatan pembangunan teknologi dan infrastruktur, dan perluasan akses pendidikan.

Moch Wahyudi
Oleh Moch Wahyudi - Reporter
Generasi milenial Asia Tenggara yakin ekonomi cerah
Ilustrasi bos dan pegawai. ©2012 Shutterstock/Kurhan

Mayoritas generasi milenial Asia Tenggara menunjukkan optimisme tinggi terhadap perekonomian di masa mendatang. Ini lantaran kawasan dihuni sebelas negara tersebut mengalami pertumbuhan kesejahteraan, percepatan pembangunan teknologi dan infrastruktur, dan perluasan akses pendidikan.

Demikian hasil studi indeks kepercayaan konsumen terbaru Mastercard, seperti diberitakan Nikkei Asian Review, kemarin

Studi dilakukan terhadap responden berusia 18-29 tahun yang tersebar di 17 negara, termasuk Jepang dan Selandia Baru. Para responden milenial itu ditanya seputar ekonomi, prospek pekerjaan, dan kualitas hidup di negara masing-masing.

Jawaban mereka akan dinilai dengan skala 0 hingga 100. Angka 0 mencerminkan pesimisme maksimum dan 100 menandakan optimisme total.

Hasilnya, generasi milenial dari negara berkembang seperti kamboja, Burma atau Myanmar, dan Vietnam memerlihatkan optimisme level tinggi. Kontras dengan generasi milenial di negara yang lebih maju, seperti Singapura dan Malaysia, sangat pesimistis.

Dilihat skor, Kamboja mendapat 95,4 poin, Myanmar (94), dan Vietnam (93,2). Sebaliknya, Singapura (47,3), dan Malaysia (42,6).

Salah satu penyebab utama kesenjangan indeks tersebut adalah Vietnam, Myanmar, dan Kamboja dinilai memiliki potensi mendapatkan keuntungan investasi lebih banyak ketimbang Singapura dan Malaysia. Pada akhirnya, keuntungan ini bakal menciptakan peluang pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan mobilitas sosial.

"Para generasi muda ini baru mendapatkan kesenangan lantaran menghadapi berbagai peluang di depan. Sesuatu hal yang sudah dialami generasi muda di negara maju," isi studi Mastercard.

Studi juga memprediksi generasi milenial yang naik peringkat menjadi masyarakat kelas menengah bakal banyak menghabiskan duit untuk belanja dan konsumsi . Dan, itu bisa menjadi stimulan pertumbuhan ekonomi.

Rekomendasi