Kecelakaan pesawat Polri, Kemenhub konsolidasi dengan TNI dan Polisi

"Saya memang berkeinginan membuat link antara perhubungan, Angkatan Udara (AU), Kepolisian, stakeholder melakukan kegiatan penerbangan. Kalau ada kegiatan bukan hanya penyelamatan saja tapi mana preventif dilakukan sudah memiliki standar yang baku, standar yang baik bisa kita komunikasikan," kata Budi Karya.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Kecelakaan pesawat Polri, Kemenhub konsolidasi dengan TNI dan Polisi
Ilustrasi Pesawat Hilang. ©2015 Merdeka.com

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sunardi menyatakan prihatin atas jatuhnya pesawat Polri type M 28 Sky truck Rute Pangkal Pinang Bangka Belitung di tengah laut pulau Benan kabupaten Lingga Sabtu (3/12). Pesawat tersebut membawa sekitar 13 personel polisi, 5 di antaranya kru dan 8 penumpang.

Untuk itu, Kementerian Perhubungan akan berkonsolidasi dengan pihak penerbangan, seperti TNI Angkatan Udara (AU) dan kepolisian. Selain untuk menangani kecelakaan, konsolidasi tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan standar keamanan penerbangan.

"Saya sudah berkoordinasi dengan KNKT dan kepolisian. Selanjutnya memang berkeinginan membuat link antara perhubungan, Angkatan Udara (AU), Kepolisian, stakeholder melakukan kegiatan penerbangan. Kalau ada kegiatan bukan hanya penyelamatan saja tapi mana preventif dilakukan sudah memiliki standar yang baku, standar yang baik bisa kita komunikasikan," katanya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Minggu (4/12).

Terkait perizinan, Mantan Dirut PT Angkasa Pura II mengatakan terdapat di masing-masing institusi tapi dirinya menginginkan semua institusi akan berkonsolidasi untuk penerbangan Indonesia.

"Perizinan ada di masing-masing instansi, saya pikir kita akan mengonsolidasikan penerbangan Indonesia ini menjadi payung bersama. Kita ada suatu forum bersama membahas masalah keselamatan persiapan masalah apabila memang ada suatu keharusan meningkatkan profesionalisme,"pungkasnya.

Sebagai informasi Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, pesawat jatuh di sekitar Pulau Mensanak dan Pulau Sebangka atau pulau Gentar di perairan Lingga.

"Barang yang ditemukan kursi pesawat, tas penumpang yang berisikan surat perintah sprin/1495/XI/2016 tanggal 30 nop 2016 yang dikeluarkan di Pondok cabe dan Dokumen yang bertuliskan Skytruck N28 no reg P4201," ujar Boy melalui pesan singkat diterima merdeka.com, Sabtu (3/12).

Boy menyebutkan, berdasarkan manifest penerbangan, pesawat tersebut mengangkut awak dan penumpang yang berjumlah 15 orang. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Basarnas Tanjung Pinang untuk proses evakuasi. "Melakukan evakuasi terhadap korban oleh Basarnas dan Ditpolair Polda Kepri," katanya.

Rekomendasi