2 Tahun Jokowi-JK, investasi dari negara maju turun signifikan

2 Tahun Jokowi-JK, investasi dari negara maju turun signifikan. BKPM mencatat, sejak awal 2015 hingga Juni 2016, kinerja investasi dari negara maju seperti Amerika Serikat, Korea Selatan dan Inggris di Indonesia mengalami penurunan. Penurunan ini disebabkan melemahnya harga minyak dunia.

Hana Adi Perdana
Oleh Hana Adi Perdana - Reporter
2 Tahun Jokowi-JK, investasi dari negara maju turun signifikan
POLRI jalin kerjasama dengan BKPM. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, sejak awal 2015 hingga Juni 2016, kinerja investasi dari negara maju seperti Amerika Serikat, Korea Selatan dan Inggris di Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penurunan ini disebabkan melemahnya harga minyak dunia yang saat ini berada di kisaran USD 50 per barel.Kepala BKPM, Thomas Trikasih Lembong, mengatakan investasi Inggris mengalami penurunan sebesar 69,4 persen atau turun dari USD 2 miliar menjadi USD 0,6 miliar pada tahun ini. Amerika Serikat mengalami penurunan sebesar 47,5 persen atau turun dari USD 2,4 miliar menjadi USD 1,3 miliar. Sementara, Korea Selatan turun sebesar 19,9 persen dari sebelumnya USD 2,1 miliar menjadi USD 1,7 miliar."Pertama karena migas. Karena memang harga minyak mentah turun hingga 60 persen. Itu berdampak kepada investasi di migas. Investasi di sektor migas kan dihitung puluhan triliun bahkan ratusan triliun," ujarnya di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (25/10).Selain itu, lanjut Lembong, penurunan harga komoditas juga mempengaruhi investasi yang masuk ke Tanah Air. Sebut saja komoditas pertambangan seperti batu bara yang harganya turun menjadi USD 58,37 per ton. "Saya kira yang utama itu," ucapnya.Lembong menambahkan pemerintah tidak tinggal diam dalam permasalahan ini. Pihaknya akan mengalihkan lokasi tujuan investasi lama ke sektor baru seperti pariwisata, jasa, kesehatan, hingga pendidikan."Dalam sebuah forum investasi di Amerika, dalam 14 tahun terakhir 80-90 persen investasi Amerika itu di sektor Sumber Daya Alam (SDA)," pungkasnya.

Rekomendasi