Bos pajak: Banyak keluarga bercerai karena Tax Amnesty

"Jangan salah, ‎Tax Amnesty banyak dampak negatif juga. Banyak yang cerai, karena Tax Amnesty," ujar Ken.

Hana Adi Perdana
Oleh Hana Adi Perdana - Reporter
Bos pajak: Banyak keluarga bercerai karena Tax Amnesty
Dirjen Pajak Ken Dwijugiastaedi. ©2016 merdeka.com/sri wiyanti

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Ken Dwijugesteadi bercerita mengenai perjalanan UU Tax Amnesty atau Pengampunan Pajak di Indonesia. Selama periode I saja, banyak hal positif dan negatif dari program andalan Presiden Joko Widodo ini.

Menurut Ken, salah satu manfaat Tax Amnesty adalah mendorong pembangunan infrastruktur jangka panjang dengan uang yang direpatriasi ataupun uang tebusan yang dibayar. Dengan membaiknya infrastruktur diharapkan bakal mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.

Meski demikian, penerapan Tax Amnesty juga mempunyai dampak buruk. Salah satunya adalah meningkatnya perceraian di keluarga para peserta Tax Amnesty.

"Jangan salah, ‎Tax Amnesty banyak dampak negatif juga. Banyak yang cerai, karena Tax Amnesty," ujar Ken dalam acara sosialisasi Tax Amnesty dengan UMKM di kantor wilayah pajak besar IV, Sudirman, Jakarta, Kamis (6/10).

Ken bercerita, banyak beberapa istri dari ‎wajib pajak (WP) yang kerap menghubunginya. Tujuannya, para istri tersebut menanyakan berapa banyak harta yang dimiliki suami mereka.

"Istrinya marah-marah. Telepon ke saya nanya harta suami saya berapa sih pak? Kok hartanya banyak? Pasti banyak selingkuhan. Banyak yang seperti itu," tandasnya seraya tertawa.

Rekomendasi