OJK sebut industri keuangan syariah kebal dari gejolak ekonomi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai strategi pengembangan keuangan syariah yang tepat dapat memitigasi risiko dan tantangan industri. Sehingga, dapat membantu pemenuhan kebutuhan keuangan syariah dalam mendorong ekspansi, pertumbuhan dan pengembangan keuangan syariah pada era new normal.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
OJK sebut industri keuangan syariah kebal dari gejolak ekonomi
OJK. ©2013 Merdeka.com/Harwanto Bimo Pratomo

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai strategi pengembangan keuangan syariah yang tepat dapat memitigasi risiko dan tantangan industri. Sehingga, dapat membantu pemenuhan kebutuhan keuangan syariah dalam mendorong ekspansi, pertumbuhan dan pengembangan keuangan syariah pada era new normal.

Wakil Ketua OJK, Rahmat Waluyanto mengatakan industri keuangan syariah tetap bertahan dan terus berkembang dengan baik di saat perekonomian melambat dan konsumen mengurangi belanjanya.

"Dalam kondisi ini, kami terus mengembangkan industri keuangan syariah dengan meningkatkan SDM keuangan syariah," ujar Rahmat saat acara 'OJK International Conference on Islamic Finance' di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (29/9).

Selain itu, OJK juga akan mendorong keuangan syariah yang inovatif untuk memperdalam pasar, meningkatkan akses ke lembaga keuangan syariah, dan memperbesar konsumen keuangan syariah.

"Data OJK, di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, industri keuangan syariah Indonesia masih menunjukkan kinerja yang membaik seperti terlihat pada perbankan syariah," katanya.

Sebagai catatan, market share perbankan syariah terhadap industri perbankan nasional meningkat 4,60 persen di Juli 2015 menjadi 4,81 persen di Juli 2016.

"Diperkirakan akan mencapai 5,13 persen apabila memperhitungkan hasil konversi BPD Aceh menjadi Bank Umum Syariah," pungkasnya.

Rekomendasi