Bos Sriwijaya Air: Tax Amnesty masih bayar tebusan pakai uang tunai

Bos Sriwijaya Air, Chandra Lie mengeluhkan sistem dana tebusan dalam program pengampunan pajak atau Tax Amnesty. Walaupun termurah di dunia, Chandra mengatakan pembayaran tebusan masih menggunakan uang tunai. Kendala lainnya, lanjut Chandra, masih sulitnya mengumpulkan data aset-aset sebuah perusahaan.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Bos Sriwijaya Air: Tax Amnesty masih bayar tebusan pakai uang tunai
sriwijaya air. jetphoto.net

Bos Sriwijaya Air, Chandra Lie mengeluhkan sistem dana tebusan dalam program pengampunan pajak atau Tax Amnesty. Walaupun termurah di dunia, Chandra mengatakan pembayaran tebusan masih menggunakan uang tunai.

"Ada kendala seperti uang kontan untuk mencari kadang pengusaha tidak ada uang kontan sebagian besar asetnya," ujar Chandra di Kantor Wilayah Wajib Pajak Besar IV di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (26/9).

Kendala lainnya, lanjut Chandra, masih sulitnya mengumpulkan data aset-aset sebuah perusahaan. Sebab, proses pengumpulan tersebut memakan waktu panjang.

"Lalu kumpulkan data perusahaan tapi itu bukan alasan dan presiden semua disetorkan nanti kekurangan bisa laporkan 31 Desember untuk pengusaha untuk menguber 2 persen (tarif terendah 2 persen untuk deklarasi dalam negeri dan repatriasi)," ucapnya.

Namun, dia menilai program Tax Amnesty memiliki pelayanan terbaik. Bahkan, Chandra mengaku tidak akan merugi bagi seorang pengusaha dapat mengikuti program ini.

"Kemudahan pemerintah membuat Tax Amnesty di pelayanannya luar biasa terbaik di dunia, mengajak seluruh pengusaha saya katakan rugi jika tidak mengikuti Tax Amnesty," tutup Chandra.

Rekomendasi