Kurang infrastruktur, harga BBM di Papua 5 kali lipat dari Jakarta

Harga bensin eceran di daerah Merdey, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat saja mencapai Rp 30.000 per liter.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Kurang infrastruktur, harga BBM di Papua 5 kali lipat dari Jakarta
Pertalite. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Wilayah Papua memang saat ini masih kekurangan infrastruktur. Hal ini yang jadi penyebab distribusi logistik menjadi terhambat.

Salah satunya, distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tak merata. Bahkan, pembeli harus rela mengeluarkan kocek hingga lima kali lipat dari harga biasanya.

Harga bensin eceran yang dijual di daerah Merdey, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat saja mencapai Rp 30.000 per liter.

"Tingginya harga bensin di Merdey Kabupaten Teluk Bintuni karena kesulitan transportasi menjangkau daerah itu," ujar salah seorang warga Merdey Omen Hamo Pimbai seperti dilansir Antara, Sabtu (18/6).

Dia mengatakan, pedagang setempat harus mengeluarkan biaya tinggi untuk sewa transportasi guna mengangkut barang sehingga wajar mereka menjual dengan harga yang tinggi.

"Sewa kendaraan mengangkut barang ke Merdey Kabupaten Teluk Bintuni mencapai Rp 15 juta karena kondisi jalan yang tidak layak," kata dia.

Untuk itu, kata dia, para pedagang bensin di Merdey Bintuni terpaksa menjual bensin Rp 30.000 per liter, jika tidak demikian mereka tidak memperoleh keuntungan. Masyarakat Merdey meminta kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Pemerintah Provinsi Papua Barat serta Pemerintah Pusat membangun jalan aspal yang memadai ke daerah itu.

"Salah satu cara untuk mengatasi kemahalan harga dan kesulitan yang dialami masyarakat Merdey adalah membangun jalan aspal yang memadai sehingga transportasi lancar harga barang pun turun," pungkasnya.

Rekomendasi