Pemerintah mengincar pasokan beras ke negara di Asia Selatan. Ini untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan beras dari pemasok tradisional, seperti Thailand dan Vietnam.
"Dalam upaya diversifikasi sumber impor, kami akan kejar ke India dan Pakistan," kata Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (4/1).
Menurut Thomas, India menjadi salah satu eksportir beras terbesar di dunia. Nilai ekspornya mencapai USD 3 miliar-5 miliar per tahun.
Di sisi lain, kata Thomas, Presiden Joko Widodo jugs mendorong kerja sama perdagangan Indonesia dan India.
"Jadi memang kami mau memberikan perhatian khusus ke perdagangan dengan India," ujarnya. "Di bidang farmasi mereka unggul, utamanya di obat-obatan generik."
Seperti diberitakan, tahun ini, pemerintah diperkirakan mengimpor beras sebanyak 1,5 juta ton. Sebesar 460 ribu ton diantaranya dipastikan masuk akhir Januari ini.
Asumsi impor jutaan ton tersebut didasarkan pada terjadinya pergesaran musim tanam akibat El Nino pada akhir 2015.