Kisruh kepemilikan Sea World antara PT Pembangunan Jaya Ancol dan Grup Lippo masih belum berujung. Salah satu tempat rekreasi favorit itu masih tutup. Belum ada titik terang bakal dibuka kembali.
Direktur Keuangan PT Pembangunan Jaya Ancol, Arif Nugroho mengungkapkan, walau masih bermasalah hukum, pihaknya berjanji bakal mengubah arena wisata dan edukasi laut itu menjadi lebih baik.
"Sea World kita masih proses. Kita akan bangun yang lebih baik, harus sesuatu yang baru," kata Arif di Jakarta, Senin (8/6).
Arif menegaskan, pihaknya alam mengambil alih pengelolaan Sea World. Sehingga tidak ada pihak lain yang terlibat dalam pengelolaan tempat wisata dan edukasi tersebut.
Dia berharap kisruh kepemilikan Sea World segera berakhir. Sehingga akhir tahun ini Sea World bisa dibuka kembali. "Biar spektakuler lah. Ya, kita harapkan tahun ini buka," tegasnya.
Untuk menyokong ekspansi Pembangunan Jaya Ancol, tahun ini porsi anggaran atau dana belanja modal (capital expenditure/capex) disiapkan sebesar Rp 1 triliun. Dana itu bakal difokuskan untuk pengembangan tempat rekreasi sekaligus sektor properti.
Untuk pendanaan capex perseroan tahun ini, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta itu masih mengandalkan kas internal serta penjualan properti. Namun, tidak menutup kemungkinan mencari pendanaan dari eksternal.
"Kita akan penuhi dulu dari kas internal. Tapi kita juga akan penuhi dari pinjaman. Kemungkinan juga kita akan mencari dana dari pasar modal," ucapnya.