Pemerintahan baru di bawah komando presiden terpilih Joko Widodo dan wakil presiden terpilih Jusuf Kalla diharapkan menghasilkan kebijakan baru yang bisa mendorong pertumbuhan emiten-emiten di pasar modal. Investor dalam negeri pun harus mampu berkompetisi dengan investor asing.
"Tentunya pemerintahan baru dan kebijakan-kebijakan baru yang tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan emiten-emiten Indonesia ke depan pasar modal Indonesia akan jadi lebih baik," ujar Direktur utama PT. Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito di Jakarta, Rabu (17/9).
Menurutnya, investor asing semakin tertarik masuk bursa saham Indonesia. Indikatornya dari data BEI, sepanjang tahun ini investor asing memasukkan dananya hingga Rp 54 triliun. Ito mengklaim, data itu menunjukkan tingginya minat investor asing menanam modal di Indonesia.
"Karena lebih dari Rp 54 triliun itu rekor baru dalam sejarah pasar modal Indonesia," ucap dia.
Peran investor lokal juga diakui tak kalah signifikan. Indikatornya dilihat dari total kepemilikan saham investor lokal di bursa sebanyak 64 persen.
"Tapi ini lebih baik dari akhir tahun 2008 yang masih di atas 70 persen. Artinya selama 5 tahun terakhir peran investor domestik meningkat. Walaupun dari segi nilai investor asing masih memiliki bagian yang besar," kata dia.
Dilihat dari kinerja IHSG, Ito melihat trennya cukup positif dengan peningkatan pesat. IHSG belum lama membuat rekor baru melampaui rekor lama yang dibuat tahun lalu. "Kemarin kan indeks tertinggi 5262. Dulu 5214," ucap dia.