Uni-Charm Indonesia Cetak Laba Rp158 Miliar di Semester I-2026

Hasil efisiensi operasional turut mendorong laba usaha berbalik positif menjadi Rp116,36 miliar.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Uni-Charm Indonesia Cetak Laba Rp158 Miliar di Semester I-2026
Teller menghitung lembaran mata uang dolar AS di penukaran mata uang, Jakarta, Kamis (13/4). Bank Dunia memandang nilai tukar rupiah menjadi salah satu mata uang yang cukup stabil dibandingkan dengan mata uang lain. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

 

PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) mengumumkan laporan keuangan konsolidasian untuk periode Semester I-2026. Perseroan berhasil mencatatkan pemulihan operasional dan perbaikan kinerja keuangan yang solid sepanjang paruh pertama tahun ini.

Selama Semester I-2026, UCID membukukan pendapatan neto sebesar Rp4,44 triliun, tumbuh 4,1 persen dibandingkan Rp4,27 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Capaian ini ditopang oleh penjualan domestik sebesar Rp4,02 triliun dan pasar ekspor sebesar Rp423,45 miliar.

Hasil efisiensi operasional turut mendorong laba usaha berbalik positif menjadi Rp116,36 miliar, dari posisi rugi operasional Rp2,29 miliar pada Semester I-2025.

Secara keseluruhan, UCID sukses mencetak turnaround dengan membukukan laba periode berjalan sebesar Rp158,62 miliar pada Semester I-2026. Angka ini membalikkan posisi rugi bersih Rp6,15 miliar pada Semester I-2025.

Respon Positif Pasar Modal

Perbaikan kinerja fundamental ini direspons positif oleh pasar. Harga saham UCID menguat 11,8 persen dari level Rp372 per saham pada akhir Juni 2026 menjadi di atas Rp410 per saham pada awal Agustus 2026.

Presiden Direktur UCID, Yasutaka Nishioka, menjelaskan bahwa pendorong utama kinerja positif ini adalah optimalisasi portofolio produk, khususnya peningkatan kontribusi segmen Feminine Care (FC) yang mengerek rasio laba bruto.

"Kami juga memperkuat saluran distribusi ke jaringan General Trade (GT), meningkatkan eksposur produk, memacu penjualan di e-commerce, serta menjaga stabilitas arus kas dan perputaran piutang," ujar Yasutaka.

Strategi Semester II-2026

Menghadapi Semester II-2026, UCID mewaspadai tantangan eksternal seperti kenaikan harga bahan baku dan biaya pengiriman akibat dinamika geopolitik Timur Tengah.

Perseroan berencana mempercepat pengembangan kategori bisnis bernilai margin tinggi, memfokuskan investasi pada perluasan saluran distribusi, serta terus melakukan inovasi produk hingga akhir tahun.

Rekomendasi