Viral seorang remaja 14 tahun asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah pernah merencanakan aksi serangan massal di sekolahnya. Hingga kini, remaja yang sempat terpapar ideologi kekerasan itu berangsur pulih lantaran mendapatkan pendampingan khusus dari kepolisian dan pihak terkait sejak 2025.
"Kondisi psikologis sudah sangat lebih baik, dan tidak menutup diri dengan lingkungan maupun sekolahnya," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Yuliyanto di Semarang, Sabtu (22/8).
Menurut Yuliyanto, Polri telah melakukan langkah intervensi dan pembinaan secara intensif kepada remaja tersebut sejak Oktober 2025.
Terkait anak di bawah umur terpapar paham radikal atau ideologi kekerasan, kepolisian memastikan bahwa langkah penindakan tidak berfokus pada pemenjaraan.
"Jadi bagi anak yang terpapar hanya dilakukan pendekatan dan tindakan non-penegakan hukum. Adapun berupa pendampingan, rehabilitasi, dan reintegrasi," ujar dia.
Sorotan terhadap kasus ini kembali mencuat dan menjadi viral setelah diunggah oleh akun Instagram @infodukumenting.