Selama dua hari ini, nilai saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) mengalami penurunan. Namun, pihak manajemen perusahaan membantah penurunan harga saham akibat faktor fundamental buruk.
Hari ini tercatat saham VIVA masih terperosok, yakni turun 6,40 persen atau 16 poin pada level 234,00."Justru pada saat ini kinerja VIVA sangat solid dan manajemen optimis akan mampu menjaga tren pertumbuhan bisnis yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir," ujar Corporate Secretary VIVA Neil Tobing dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Jakarta, Jumat (11/7).Hal tersebut tercermin dari pencapaian selama 2013 dan terus berlanjut sampai kuartal I 2014. Pada 2013, pendapatan VIVA tumbuh 34,9 persen menjadi Rp 1,67 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 105,8 miliar atau tumbuh 45,13 persen dibandingkan 2012 sebesar Rp 72,9 miliar.Sementara, di kuartal I 2014 VIVA mampu meraih pendapatan sebesar Rp 396,48 miliar, meningkat 27 persen dibanding periode sama 2013. Adapun laba bersih perseroan melesat 543,8 persen menjadi Rp 9,29 miliar."Secara fundamental kinerja VIVA terus tumbuh secara solid dan berkelanjutan. Oleh karena itu fluktuasi harga saham perseroan di bursa saham dalam dua hari ini tidak mencerminkan kondisi riil VIVA," jelasnya.Neil menambahkan, pada akhirnya investor akan rasional dan melihat prospek pertumbuhan bisnis VIVA untuk mengambil keputusan investasi. "Sebagai emiten kami tidak dapat mengontrol pergerakan harga saham. Namun, kami bisa memastikan bahwa kinerja dan fundamental VIVA saat ini sangat solid," ucapnya.Pada 2014, VIVA menargetkan pendapatan perseroan mampu tumbuh di kisaran 25-30 persen dibandingkan pencapaian selama 2013, dengan laba bersih diproyeksikan melaju sekitar 15-20 persen. Peningkatan belanja iklan TV dan program siaran piala dunia 2014 merupakan beberapa katalis pendongkrak pendapatan perseroan tahun ini.