Dahlan titahkan BUMN hedging utang valas

"Pokoknya yang punya risiko kurs, harus lakukan hedging."

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Dahlan titahkan BUMN hedging utang valas
Dahlan Iskan. ©2013 Merdeka.com

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan telah meminta semua perusahaan pelat merah untuk melakukan lindung nilai atau hedging atas pinjaman valuta asing (valas). Ini untuk menghindarkan perusahaan pelat merah dari risiko pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat. 

"Sudah semua saya instruksikan yang punya pinjaman untuk lakukan hedging. Soalnya persoalan yang bikin takut hedging itu udah diatasi. Dulu kan direksi bumn takut hedging karena bisa dianggap ada kerugian negara. Ada waktunya merugikan negara dan ada waktunya menguntungkan negara," ujar Dahlan usai memimpin rapat di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (3/7).

Menurut dia, pihaknya akan mengecek BUMN mana yang belum melakukan hedging atas pinjaman valasnya. 

"Pokoknya yang punya risiko kurs, harus lakukan hedging, kecuali mereka bisa pertanggungjawabkan bahwa tidak melakukan hedging dengan alasan-alasan tertentu, apakah fee, jangka waktu, dan seterusnya," jelas dia.

Sejauh ini baru dua BUMN yang melakukan hedging, Garuda Indonesia dan Bank Negara Indonesia (BNI). Keduanya sepakat melakukan cross currency swap senilai Rp 500 miliar atas utang pokok dan bunga untuk  durasi tiga tahun.

Rekomendasi