Pada perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berada pada support 4168-4185 dan resistance 4215-4235.
Analis Trust Securities Rheza Priyambada memaparkan dalam riset hariannya, Senin (23/12), IHSG kembali masuk dalam target support 4186-4215. Ini memperlihatkan dorongan jual masih mendominasi.
"Aksi ambil untung diperkirakan masih akan berlanjut jika tidak ada sentimen positif yang dapat menahannya."
Perdagangan saham akan dipengaruhi oleh data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang diperkirakan naik menjadi 3,6 persen dari kuartal sebelumya dan indeks kepercayaan konsumen Eropa yang diperkirakan turun menjadi -15.5.
"Sementara itu, reaksi positif dari tappering yang dilakukan oleh The Fed tanpa menaikkan suku bunga masih akan menjadi sentimen utama," kata Reza.
Setidaknya ada empat emiten yang layak mendapat perhatian investor. Yakni PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Matahari Putra Prima (MPPA), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dan PT Bank Mandiri Tbk atau BMRI.
Sepanjang perdagangan saham akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level tertinggi 4230,61 di awal sesi 1 dan terendah 4180,81 jelang akhir sesi 2. Kemudian berakhir di level 4195,56.
"Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell," kata Reza.