Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti mengaku hingga saat ini belum mengeluarkan izin terbang atau AOC maskapai Nam Air. Padahal dari rencana awal, Nam Air Bakal terbang di langit Indonesia pada awal Oktober silam.
"Belum keluar sebentar lagi kayaknya," kata Herry ketika ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (14/11).
Herry tidak menjelaskan secara detail alasan masih menahan izin maskapai anak usaha Sriwijaya Air tersebut. Herry hanya menjanjikan akan mengeluarkan dalam waktu dekat.
"Beberapa minggu ke depan. Tapi pasti dalam tahun ini," janjinya.
Nam Air adalah satu maskapai nasional yang nantinya akan menggunakan 100 pesawat buatan BJ Habibie. Pesawat tersebut adalah tipe R-80 yang rencananya akan dipakai pada 2017 nanti. Pihak maskapai bahkan telah kerjasama dengan pihak Habibie beberapa waktu lalu.
Nam Air, di bawah bendera Sriwijaya Air, bakal fokus untuk menggarap pasar penerbangan perintis atau antar kabupaten/kota. Dengan tampilan yang tidak jauh berbeda dengan Sriwijaya Air, Nam Air siap menantang maskapai lain yang menggarap pasar yang sama semisal Merpati Airlines maupun Garuda Indonesia.
Untuk tahap awal, Nam Air akan menggunakan armada pesawat Boeing 737-500 dengan kapasitas 120 penumpang. Yang terdiri atas dua kelas yakni eksekutif dan ekonomi.
Selain akan menggunakan pesawat buatan Habibie, Nam Air juga telah menyiapkan armada lain yang diyakini bisa memperkuat barisan pesawat yang digunakan untuk menjelajah nusantara. Sebelum menggunakan pesawat buatan Habibie, Nam Air terlebih dahulu menggunakan pesawat jenis ATR dan Bombardier. Proposal pemesanan pesawat-pesawat tersebut akan segera disampaikan kepada dua perusahaan yang memproduksi pesawat jenis itu.