Di Tengah Pencarian Jurnalis Hilang, Warga Melarung Kerbau di Selat Sunda

Warga dan keluarga korban melarung kerbau di Selat Sunda saat pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal hilang kontak. Doa dipimpin Ustaz Si'in.

Yandhi Deslatama
Oleh Yandhi Deslatama - Reporter
Di Tengah Pencarian Jurnalis Hilang, Warga Melarung Kerbau di Selat Sunda
Kerbau dilarung ke laut

Di tengah upaya pencarian delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, warga bersama keluarga korban menggelar ritual melarung kerbau. Prosesi ini dilakukan bersamaan dengan operasi tim SAR gabungan yang masih berlangsung.

Seekor kerbau yang sudah dipotong diangkut menggunakan perahu nelayan menuju perairan. Doa dipimpin oleh tokoh agama, ustaz Si'in, sebelum dilarungkan ke laut.

Usai prosesi, Si'in menyampaikan doa dan harapan agar pencarian dimudahkan. "Memohon dibantu para karuhun-karuhun, tapi kita tidak melupakan rahmat yang maha kuasa," ujar Si'in usai acara melarung, Senin (14/9/2026).

Masyarakat dan keluarga korban bermunajat kepada Allah agar diberi jalan dan kemudahan dalam pencarian di sekitar Selat Sunda. "Agar diberikan kebarokahan kepada hamba-hambanya, sekaligus kepada makhluknya. Kita hanya munajat kepada Allah," terangnya.

Setelah doa selesai, kerbau dilarung sebagai simbol keikhlasan dan sedekah. Harapannya, para korban segera ditemukan oleh tim SAR gabungan yang melibatkan nelayan, masyarakat, Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, Dishub, Dinkes, hingga Dinsos.

Si'in menjelaskan, doa-doa tersebut dipanjatkan untuk delapan orang yang masih dalam pencarian: Warta (55) kapten kapal; Surakman (60) ABK; Heriyanto (49) guide; M. Bagus Khoirunnas (28), jurnalis Antaraz; Ari Basuki (52) jurnalis Merdeka; Yudhis (43) jurnalis iNews; Daus (42) jurnalis Anadolu; dan Donal (51) pekerja lepas.

"Agar bisa diketemukan dengan keluarganya. Semoga bisa diketemukan," jelasnya.

Rekomendasi