Penyelaman di Pemandian Alam Simalungun Berujung Tragis

Peristiwa maut ini berawal ketika korban melakukan penyelaman manual ke dasar sungai untuk membuka tali buoy (pelampung penanda).

Uga Andriansyah
Oleh Uga Andriansyah - Reporter
Penyelaman di Pemandian Alam Simalungun Berujung Tragis
Evakuasi penyelam tewas di pemandian Alam Simalungun. (Istimewa).

Seorang pemuda bernama Mahyar (25) ditemukan tewas tenggelam di perairan Pemandian Alam Sejuk Sungai Lobang, Desa Kerasaan, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, Senin (14/9) dini hari.

Peristiwa maut ini berawal ketika korban melakukan penyelaman manual ke dasar sungai untuk membuka tali buoy (pelampung penanda) pada Minggu (13/9) sekitar pukul 16.00 WIB. Namun setelah beberapa menit berada di dalam air, pemuda itu tak kunjung kembali ke permukaan.

​Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan, Hery Marantika mengatakan, pihak Basarnas langsung mengerahkan Tim Rescue Pos SAR Danau Toba setelah menerima laporan dari warga.

​"Tim bergerak ke lokasi dan tiba pukul 21.40 WIB, lalu berkoordinasi dengan Polsek Raya Kahean, pemerintah setempat, keluarga korban, serta masyarakat untuk menentukan strategi pencarian," kata Hery, Senin (14/9).

​Dalam operasi penyelematan tersebut, tim SAR gabungan dibagi menjadi dua search and rescue unit (SRU). SRU 1 bertugas mendeteksi bawah air menggunakan alat Aqua Eye dan melakukan penyelaman, sementara SRU 2 melakukan penyisiran darat sejauh 100 meter ke arah hilir sungai. Setelah proses pendeteksian dan penyelaman di area lubuk sungai, tim akhirnya berhasil menemukan posisi korban menjelang tengah malam.

​"Pada pukul 23.40 WIB, tim menemukan korban di dasar sungai pada kedalaman sekitar 10 meter dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban berhasil dievakuasi pukul 00.20 WIB dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga," jelas Hery.

​Hery mengungkapkan bahwa proses pencarian di lapangan menghadapi kendala cukup berat, seperti kondisi dasar sungai yang dalam serta terbatasnya jarak pandang akibat operasi berlangsung pada malam hari. Menutup keterangannya, Hery mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan aspek keselamatan saat beraktivitas di pemandian alam maupun sungai.

​"Masyarakat diharapkan memperhatikan kondisi arus dan kedalaman sungai, serta tidak nekat melakukan aktivitas penyelaman tanpa perlengkapan keselamatan dan kemampuan yang memadai," pungkasnya.

Rekomendasi